Festival Layang-layang Sragen Sedot Ribuan Pengunjung

2 hours ago 2

Festival Layang-layang Sragen Sedot Ribuan Pengunjung

Festival Layang-layang Sragen di Gemolong menarik 60 pelayang dari Jawa dan Bali serta menyedot hingga 1.000 pengunjung. /Espos.

Harianjogja.com, SRAGEN—Festival Layang-layang yang digelar di Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, berhasil menarik perhatian masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen. Sebanyak 60 pelayang dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali turut ambil bagian, menghadirkan puluhan layang-layang jumbo yang menghiasi langit Gemolong dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

Ribuan pasang mata tertuju ke area festival saat layang-layang berukuran besar dengan beragam bentuk, mulai dari naga hingga burung, diterbangkan oleh para peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi komunitas pelayang, tetapi juga mendorong geliat ekonomi masyarakat setempat.

Sebanyak 60 unit layang-layang jumbo diterbangkan dalam kegiatan kopi darat (kopdar) pelayang yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026). Para peserta datang dari berbagai daerah, seperti Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Boyolali, Karanganyar, hingga sejumlah wilayah lainnya.

Camat Gemolong, Nugroho Dwi Wibowo, menilai Festival Layang-layang tersebut menjadi kegiatan yang unik karena digelar di kawasan Soloraya.

Menurutnya, para pelayang memanfaatkan kegiatan kopdar untuk bertukar pengalaman, berdiskusi, sekaligus memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Sragen agar festival tersebut dapat masuk dalam agenda tahunan daerah.

Ia mengungkapkan kegiatan yang digelar akhir pekan lalu merupakan tahap awal untuk mengukur antusiasme masyarakat sebelum pelaksanaan festival yang lebih besar pada September 2026 mendatang.

“Kegiatan kopdar kemarin sekadar cek ombak untuk melihat animo masyarakat. Ternyata yang datang membeludak, banyak sekali. Para pelayang yang datang dari Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Boyolali, Karanganyar, dan daerah lainnya. Total ada 60 pelayang yang terdaftar. Warga yang hadir menonton diperkirakan antara 700-1.000 orang,” ujar Bowo, sapaan akrabnya.

Lokasi festival yang berada di dekat Politeknik Pariwisata Soloraya menjadi titik favorit para peserta. Area tersebut dinilai memiliki ruang terbuka yang memadai sehingga memudahkan proses menerbangkan layang-layang berukuran besar.

Bowo menjelaskan, berbeda dengan festival layang-layang pada umumnya yang banyak digelar di kawasan pantai, kegiatan di Sragen justru memanfaatkan area persawahan.

“Biasanya event festival layang-layang diadakan di pantai, tetapi khusus di Sragen dilakukan di sawah. Mereka berdatangan lewat komunikasi WhatsApp dan undangan untuk silaturahmi. Ternyata yang datang banyak,” katanya.

Sementara itu, Lurah Kwangen, Sakti Dewa Putera, mengatakan Kopdar Layangan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sragen yang dikemas bersama agenda jalan sehat dan senam massal di Kampung Ngepungsari RT 016/RW 006, Kelurahan Kwangen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan seluas 2.500 meter persegi dan dimulai sejak pukul 14.00 WIB. Acara dibuka langsung oleh Camat Gemolong serta mendapat sambutan meriah dari masyarakat sekitar.

“Kopdar yang digelar di lahan seluas 2.500 meter persegi. Pelaksanaannya mulai pukul 14.00 WIB dan dibuka langsung Camat Gemolong, Nugroho Dwi Wibowo. Antusiasme warga menonton luar biasa. Bukan hanya anak-anak tetapi semua umur ikut menikmati kopdar layangan. Bazar UMKM di sepanjang kampung menjadi laris manis sebagai dampak event kopdar layangan sampai menjelang Magrib,” kata Sakti.

Ia menambahkan, Festival Layang-layang di Kampung Ngepungsari lahir dari inisiatif warga yang ingin menghadirkan kegiatan kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata lokal.

Menurut Sakti, semangat gotong royong warga menjadi modal utama sehingga kegiatan tersebut dapat terus terselenggara setiap tahun.

“Warga berharap kegiatannya mendapat perhatian Pemkab Sragen dan bisa menjadi kalender event tahunan Kabupaten Sragen,” jelasnya.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan meningkatnya aktivitas UMKM selama penyelenggaraan festival, Pemerintah Desa Kwangen berharap Festival Layang-layang Sragen dapat berkembang menjadi agenda wisata tahunan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai daerah pada tahun-tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news