Jumali Kamis, 23 Juli 2026 16:37 WIB

Ondrej Rudzan/ PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja semakin serius membangun kekuatan tim menyongsong kompetisi Super League 2026/2027. Manajemen Laskar Mataram resmi mengamankan kontrak kerja sama dengan bek asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan, untuk memperkuat lini belakang.
Kehadiran pemain yang pernah membela Tim Nasional Ceko U-18 ini merupakan hasil pertimbangan tim pelatih yang dipimpin oleh Jean-Paul Van Gastel. Keputusan ini sekaligus menjawab kebutuhan skuad di posisi bek kiri yang selama ini menjadi perhatian manajemen dalam menyusun komposisi pemain terbaik.
Bagi para suporter PSIM, kedatangan pemain asing baru ini tentu menjadi angin segar menjelang bergulirnya musim kompetisi yang diprediksi akan berlangsung sengit.
Manajer Tim PSIM Jogja, Iksan Mahar, menjelaskan bahwa perekrutan Ondrej Rudzan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan skuad di lini belakang.
"Perekrutan Ondrej Rudzan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan skuad di lini belakang. Hal itu sesuai dengan rekomendasi dari Coach Jean-Paul," kata Iksan dalam keterangan resminya.
Sebelum berlabuh di Jogja, Ondrej memiliki rekam jejak yang cukup panjang di kasta tertinggi Liga Slovakia bersama KFC Komárno dan MFK Skalica. Pengalaman bermain di kompetisi Eropa menjadi nilai tambah yang diharapkan dapat memperkuat pertahanan Laskar Mataram.
Menurut Iksan, gaya bermain Ondrej dinilai sangat cocok dengan skema permainan yang akan diterapkan tim pelatih untuk kompetisi musim 2026/2027. "Kami percaya karakter permainannya sangat cocok dengan gaya bermain yang ingin dibangun tim pelatih untuk menghadapi panjangnya jadwal kompetisi musim ini," paparnya lebih lanjut.
Pengalaman Ondrej di liga Eropa dinilai mampu membawa perspektif baru dalam pola pertahanan tim, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat yang kerap menjadi ancaman di Super League.
Iksan juga menyampaikan bahwa Super League akan menjadi pengalaman perdana Ondrej bermain di luar Eropa. Tentu, harapan manajemen adalah agar dirinya bisa cepat beradaptasi dengan iklim Indonesia dan atmosfer sepak bola nasional yang memiliki karakteristik berbeda.
"Super League akan jadi pengalaman perdana Ondrej bermain di luar Eropa. Tentu, harapan kami dia bisa cepat beradaptasi dengan iklim Indonesia dan atmosfer sepak bola nasional," lanjutnya.
PSIM sendiri memang tengah berupaya membangun skuad yang seimbang antara pemain asing dan lokal, dengan harapan mampu bersaing di papan tengah hingga atas. Kedatangan Ondrej Rudzan menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi tim yang disegani di kasta tertinggi.
Pemain yang mengawali karier profesional di akademi FK Mladá Boleslav ini mengungkapkan alasan di balik keputusannya menerima tawaran kerja sama dengan Laskar Mataram. Ia mengaku tertantang untuk bermain di Asia Tenggara setelah beberapa musim berkarier di Eropa.
"Saya dan istri ingin mencoba sesuatu yang baru. Kami ingin melangkah keluar dari zona nyaman kami. Jadi, kami mencari suatu tantangan baru, dan PSIM memberikan tawaran kepada saya. Kami menyukai tawaran ini, jadi kami ingin mencobanya," ungkap Ondrej dengan penuh semangat.
Keputusan untuk membawa serta keluarga dalam petualangan barunya ini menunjukkan keseriusan pemain kelahiran 25 Juli 1998 tersebut dalam menjalani karier di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa kesiapan fisik dan mental menjadi fokus utamanya dalam menghadapi iklim sepak bola Indonesia yang terkenal panas dan lembap. Target pribadinya pun jelas: membantu PSIM Jogja mencapai prestasi lebih tinggi.
"Pertama-tama, saya ingin menunjukkan yang terbaik dari diri saya. Saya ingin bisa membawa hal-hal positif untuk tim dan klub kita. Target musim ini adalah menjadi lebih baik daripada musim lalu karena ini adalah musim kedua di liga utama," tegasnya.
Belum genap seminggu berada di Kota Jogja, Ondrej mengaku tidak menemui kendala berarti dalam proses adaptasinya.
"Saya bersiap sebaik mungkin dan memiliki pikiran yang terbuka. Suhu dan iklim bukan menjadi masalah bagi saya, jet lag juga bukan masalah. Saya ingin bersikap seterbuka mungkin serta beradaptasi secepat yang saya bisa," jelas Ondrej.
Sikap profesional dan mentalitas terbuka ini menjadi modal berharga bagi seorang pemain asing yang baru pertama kali bermain di Asia. Setelah mengikuti latihan perdana bersama tim PSIM Jogja pada Senin (20/7/2026), ia menyampaikan rasa kagumnya terhadap antusiasme suporter yang hadir menyaksikan langsung.
"Setelah latihan pertama, saya merasa takjub dengan atmosfer yang bisa diciptakan oleh para pendukung dan suporter kita. Jadi, saya akan sangat senang jika kita bisa melihat hal tersebut di setiap pertandingan kandang dan kita akan menang bersama," pungkasnya dengan penuh haru.
Dukungan penuh dari suporter PSIM yang dikenal fanatik tentu menjadi motivasi tambahan bagi Ondrej untuk tampil maksimal. Kedatangan Ondrej Rudzan diharapkan menjadi awal dari perjalanan sukses PSIM Jogja di musim kompetisi 2026/2027. Dengan kombinasi pemain asing berkualitas dan talenta lokal yang terus berkembang, Laskar Mataram optimistis dapat melangkah lebih jauh dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































