FYP TikTok Terlalu Monoton? Begini Cara Mengubahnya

2 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Banyak pengguna TikTok mulai merasa halaman For You Page (FYP) mereka dipenuhi konten yang berulang. Kondisi tersebut terjadi karena sistem rekomendasi TikTok terus mempelajari kebiasaan pengguna dan menyesuaikan konten berdasarkan aktivitas yang dilakukan saat menggunakan aplikasi.

Di tengah meningkatnya penggunaan TikTok sebagai sumber informasi, kemampuan mengelola algoritma menjadi penting agar konten yang muncul tetap relevan dengan kebutuhan pengguna. TikTok pun menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna mengubah bahkan menyegarkan kembali rekomendasi di FYP.

Perubahan cara masyarakat mencari informasi menjadi salah satu faktor yang membuat peran TikTok semakin besar.

Menurut Digital Marketing Agency London, sekitar 40 hingga 50 persen Generasi Z lebih memilih TikTok dibandingkan Google ketika mencari rekomendasi produk, tempat makan, tutorial, maupun informasi ringan lainnya.

Bagi sebagian pengguna muda, informasi dalam bentuk video singkat dianggap lebih mudah dipahami dibandingkan membaca artikel yang panjang.

Video berdurasi 30 hingga 60 detik juga dinilai mampu menyampaikan pengalaman secara lebih langsung melalui penjelasan kreator yang membagikan pengalaman pribadi mereka.

Di balik kemudahan tersebut, algoritma TikTok bekerja dengan mempelajari berbagai aktivitas pengguna.

Sistem akan mencatat video yang ditonton hingga selesai, video yang disukai, konten yang dibagikan, hingga video yang membuat pengguna berhenti menggulir layar selama beberapa saat.

Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan rekomendasi yang muncul di halaman FYP.

Bagi sebagian orang, sistem ini membantu menemukan konten yang sesuai minat.

Namun bagi pengguna lain, rekomendasi yang terlalu seragam dapat membuat pengalaman menonton terasa monoton.

Untuk mengatasi hal tersebut, TikTok menyediakan fitur penghapusan riwayat tontonan.

Cara pertama yang dapat dilakukan adalah menghapus riwayat video yang pernah ditonton.

Pengguna dapat membuka aplikasi TikTok, masuk ke menu Profil, lalu menekan ikon tiga garis di bagian kanan atas layar.

Selanjutnya pilih menu Pengaturan dan Privasi, kemudian masuk ke menu Privasi.

Di dalam menu tersebut tersedia pilihan Riwayat Video.

Apabila ingin menghapus video tertentu, pengguna cukup menekan dan menahan video yang dipilih, lalu memilih opsi Hapus.

Sementara untuk menghapus seluruh riwayat sekaligus, pengguna dapat memilih tombol Pilih lalu menekan Hapus Semua Riwayat Video.

Dengan menghapus riwayat tersebut, sebagian data yang digunakan algoritma untuk memahami preferensi pengguna akan berkurang.

Akibatnya, rekomendasi FYP dapat berubah secara bertahap seiring penggunaan aplikasi berikutnya.

Selain menghapus riwayat, TikTok juga menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna menyegarkan rekomendasi FYP secara lebih menyeluruh.

Fitur tersebut dapat ditemukan melalui menu Settings and Privacy.

Setelah masuk ke menu tersebut, pengguna dapat memilih Content Preferences.

Di dalamnya terdapat opsi Refresh Your For You Feed.

Pengguna kemudian cukup menekan Continue dan memilih Refresh untuk mengonfirmasi proses tersebut.

Fitur ini tidak menghapus akun maupun data penting lainnya.

Namun algoritma akan mulai mempelajari kembali preferensi pengguna berdasarkan aktivitas baru setelah proses penyegaran dilakukan.

Cara lain yang dapat digunakan adalah memanfaatkan fitur Not Interested pada konten yang dianggap tidak relevan.

Metode ini memang tidak mengubah algoritma secara instan, tetapi dapat membantu sistem memahami jenis konten yang tidak ingin ditampilkan kepada pengguna.

Popularitas TikTok sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan studi Nielsen terhadap lebih dari 8.000 responden yang dikutip TikTok, sebanyak 64 persen pengguna mengaku dapat menjadi diri sendiri saat menggunakan platform tersebut.

Sebanyak 56 persen responden juga menyatakan mereka berani mengunggah video di TikTok yang tidak akan mereka unggah di platform media sosial lain.

Selain itu, 31 persen pengguna menyebut TikTok membantu memperbaiki suasana hati karena menawarkan beragam konten hiburan dan informasi dalam durasi singkat.

Platform ini juga menjadi salah satu sarana pencarian produk yang cukup populer.

Dalam studi yang sama, sebanyak 52 persen pengguna mengaku menggunakan TikTok untuk mencari produk maupun kebutuhan belanja.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa TikTok tidak lagi sekadar menjadi aplikasi hiburan. Bagi pengguna yang ingin menjaga pengalaman menonton tetap sesuai minat, pemanfaatan fitur pengaturan algoritma dan pengelolaan FYP dapat menjadi salah satu cara untuk memperoleh rekomendasi konten yang lebih beragam dan relevan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news