Foto bersama Pengurus FKUB usai sampaikan maklumat dan desakan untuk memberantas penyakit sosial.(Dok.Jerni)KabarMakassar.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara menggelar doa bersama yang dihadiri ribuan masyarakat di Lapangan Bakti Rantepao, Sabtu (25/4).
Kegiatan ini menjadi bentuk keprihatinan terhadap meningkatnya penyakit sosial seperti judi, narkoba, dan pergaulan bebas yang dinilai mengancam masa depan generasi muda Toraja.
Kegiatan doa bersama tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga masyarakat umum. Para pemimpin lembaga agama yang tergabung dalam FKUB menyuarakan seruan moral untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif.
Ketua Umum FKUB Toraja Utara, Pdt. Musa Salusu, menyampaikan bahwa para pemimpin agama telah melakukan refleksi bersama terkait dinamika sosial yang berkembang di masyarakat. Hasilnya dituangkan dalam bentuk maklumat bersama sebagai komitmen moral lintas iman.
Dalam pernyataannya, FKUB menyampaikan empat poin utama desakan kepada pemerintah dan aparat terkait.
Pertama, FKUB mendesak DPRD Tana Toraja dan Toraja Utara serta pemerintah daerah untuk segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) terkait praktik perjudian yang dibungkus dalam kegiatan budaya, termasuk kontes kerbau petarung dan sambung ayam dalam rangkaian Rambu Solo’.
Kedua, pemerintah daerah diminta menindak tegas atau mencabut izin tempat hiburan malam (THM) dan warung remang-remang yang disinyalir menjadi lokasi peredaran narkoba serta praktik pergaulan bebas.
Ketiga, FKUB mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas tanpa kompromi terhadap praktik judi, narkoba, dan aktivitas ilegal lainnya, termasuk menolak penerbitan izin kegiatan yang mengandung unsur perjudian.
Keempat, lembaga agama berkomitmen memperkuat pembinaan karakter umat agar memiliki ketahanan moral terhadap ancaman sosial tersebut.
“Pernyataan ini adalah bentuk bela negara untuk menyelamatkan masa depan generasi emas Toraja,” tegas Pdt. Musa.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sangtorayan untuk bersatu menjaga adat, budaya, serta menciptakan Toraja yang rukun, damai, dan sejahtera.
“Kami mengundang Sangtorayan bersatu menjaga adat budaya, generasi muda, dan Toraja yang rukun, damai, dan sejahtera. Semoga Tuhan Yang Maha Esa mendengar doa kita dan memberkati segala upaya ini,” ujarnya menutup pidato.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Toraja Utara, Wakil Bupati Toraja Utara, Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat, para kepala OPD, serta para rohaniwan lintas agama.


















































