Para pelaku perjalanan melalui YIA, Kulonprogo, Rabu (11/5). - Harian Jogja - Anisatul Umah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sinergi Gelangprojo antara Kulonprogo dan Purworejo kembali diperkuat menjelang berakhirnya nota kesepahaman (MoU) pada Oktober 2026. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas wilayah perbatasan.
Penguatan kerja sama ini dinilai krusial karena dinamika pembangunan di kedua daerah terus berkembang, terutama setelah hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang menjadi pintu gerbang utama kawasan. Bupati Purworejo, Yuli Hastuti menyampaikan bahwa penajaman objek dan ruang lingkup kerja sama sangat penting mengingat dinamika pembangunan di kedua wilayah.
"Kami ingin menjalin komunikasi lebih detail terkait perpanjangan MoU yang telah kita sepakati sejak 2021. Harapannya, sebelum masa berlaku selesai, kita sudah menindaklanjuti agar kerja sama ini semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di kedua kabupaten," ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, merespons positif rencana tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi lintas wilayah untuk menciptakan efisiensi pembangunan sekaligus memperkuat daya saing kawasan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menyambut baik semangat kolaborasi ini. Ia menegaskan pentingnya sinergitas demi efisiensi pembangunan.
Salah satu fokus utama dalam kelanjutan kerja sama Gelangprojo adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengintegrasikan potensi wisata, konektivitas, dan ekonomi lokal. Salah satu poin utama yang diusung dalam pelanjutan kerja sama ini adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gelangprojo.
"Hubungan Kulonprogo dan Purworejo kami namai KEK Gelangprojo. Ini penting karena daya tarik wisata di Magelang sangat kuat, sementara pintu kedatangannya ada di Kulonprogo (Bandara YIA). Kami berencana membuat jalur khusus penghubung yang akan diisi dengan pengembangan UMKM, kuliner, dan kerajinan di sepanjang lintasannya," papar Agung.
Tak hanya pariwisata, kerja sama Gelangprojo juga mencakup dukungan terhadap pembangunan kawasan perbatasan terpadu atau Border City yang diinisiasi Purworejo. Selain sektor pariwisata, Agung juga memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Border City (Kota Batas Kota) yang digagas oleh Purworejo, yang mencakup kawasan industri, perumahan, hingga perhotelan di wilayah perbatasan.
Sejalan dengan itu, proyek strategis Jalur Bedah Menoreh terus dimatangkan sebagai penghubung utama antara Kulonprogo, Purworejo, dan Magelang yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Perkembangan proyek infrastruktur Jalur Bedah Menoreh yang akan menghubungkan Kulonprogo, Purworejo, hingga Magelang terus dimatangkan. Proyek ini diharapkan menjadi urat nadi ekonomi baru yang menghubungkan sisi barat, timur, dan selatan dari kawasan otorita tersebut.
"Kita siapkan jalur yang menghubungkan daerah ini agar tidak ada titik kebuntuan. Jika kita bergerak bersama, pembiayaan akan lebih efisien daripada kita berjalan sendiri-sendiri dengan ego masing-masing. Kami siap bersinergi demi kemajuan bersama," pungkas Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
5

















































