Gempa NTT, Tim Aju Unhas-PABOI Jangkau RSUD Ruteng dan Borong

3 hours ago 2
Gempa NTT, Tim Aju Unhas-PABOI Jangkau RSUD Ruteng dan BorongPeninjauan yang dilakukan oleh Tim Aju Unhas (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Merespon dampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08) pagi, Tim Aju (Pelopor) Departemen Ortopedi dan Traumatologi Universitas Hasanuddin bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Cabang Sulawesi Selatan, Barat, dan Papua (Sulselbar-Irja) yang dipimpin oleh dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi, Miftah terus menyisir wilayah terdampak.

Saat ini tim telah meninjau RSUD Ruteng dan bertolak menuju Kabupaten Manggarai Timur (Borong). Di saat bersamaan, pakar penanganan medis bencana nasional, Prof Idrus Paturusi (Profesor Bencana), memimpin tim advance di Labuan Bajo dan menggelar konsolidasi strategis bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI. Diketahui, Tim Aju diberangkatkan pada Minggu (16/08) usai dilepas oleh Ketua PABOI Sulselbar-Irja, dr Jainal Arifin.

Data Resmi BNPB dan Kemenkes RI: Situasi Korban dan Kerusakan Faskes

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dampak guncangan gempa mencatatkan kerusakan signifikan pada fasilitas pelayanan kesehatan dan infrastruktur publik:

-Korban Jiwa dan Pengungsian: BNPB mencatat 53 korban meninggal dunia (terbanyak di Kabupaten Manggarai: 25 orang dan Manggarai Timur: 20 orang), 137 orang luka-luka, serta lebih dari 5.600 warga berada di pengungsian.

-Kerusakan Rumah Sakit: Dari total 21 rumah sakit terdampak, 3 RS mengalami rusak berat, 6 RS rusak ringan, dan 12 RS aman secara struktur. Sebanyak 4 RS beroperasi sebagian dan 1 RS belum dapat beroperasi.

-Kerusakan Puskesmas: Dari 190 Puskesmas terdampak, 20 unit mengalami rusak berat, 37 unit rusak sedang, 11 unit rusak ringan, dengan 49 puskesmas beroperasi sebagian dan 19 puskesmas belum beroperasi.

-Kerusakan Permukiman dan Akses: Terdata 914 rumah rusak berat, puluhan fasilitas umum rusak, serta terjadi 33 titik longsor yang mengganggu jalur darat antar-kabupaten.

Kategori Kerusakan atau Dampak

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB dan Kemenkes RI yang diterima tim:

-Korban meninggal dunia sebanyak 53 Jiwa (Manggarai: 25, Manggarai Timur: 20, Sikka: 4, Ende: 2, Mangg. Barat: 1, Nagekeo: 1)

-Korban luka dan pengungsi terdapat 137 Luka-Luka serta 5.659+ pengungsi

-Fasilitas kesehatan (RS) yakni 21 terdampak diantaranya 3 rusak berat, 6 rusak ringan, 12 aman struktur

-Fasilitas kesehatan (Puskesmas) tercatat 190 terdampak yaitu 20 rusak berat, 37 rusak sedang, 11 rusak ringan.

-Infrastruktur permukiman,  914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.

Berdasarkan Laporan Operasional Tim Aju Ortopedi Unhas dan PABOI

1. Penanganan Lapangan di RSUD Ruteng Sesuai kondisi yang beredar di lapangan, bangunan RSUD Ruteng mengalami retak struktur fisik sehingga seluruh perawatan pasien dialihkan ke tenda-tenda darurat di halaman rumah sakit guna mengantisipasi gempa susulan.

-Kasus Ortopedi: Tim Aju mengidentifikasi dan memberikan tindakan medis awal pada 3 kasus fraktur atau patah tulang di RSUD Ruteng.

-Sistem Perawatan: Tim melakukan tindakan (pembersihan luka), pembidaian, dan imobilisasi sebelum bertolak melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Manggarai Timur (Borong).

2. Koordinasi Strategis “Profesor Bencana” Prof. Idrus Paturusi dan Wamenkes RI Di titik masuk utama Labuan Bajo, Prof Idrus Paturusi bersama Tim Utama Ortopedi Unhas dan PABOI Sulselbar Irja berkoordinasi langsung dengan Wakil Menteri Kesehatan RI saat meninjau Rumah Sakit Komodo di Labuan Bajo  yang disiapkan sebagai rujukan.

-Mobilisasi rumah sakit lapangan yaitu menindaklanjuti data BNPB terkait 3 RS dan 20 Puskesmas yang rusak berat, Kemenkes dan Tim Ortopedi menyepakati penyiapan field hospital (Rumah Sakit Lapangan) serta percepatan distribusi implan ortopedi dan instrumen operatif darurat.

-Jalur evakuasi terpadu dengan membuka jalur evakuasi medis (udara dan darat) untuk kasus patah tulang kompleks dari daerah terisolasi seperti Borong dan sekitarnya menuju fasilitas rujukan yang masih beroperasi penuh.

Langkah dan rekomendasi tanggap darurat

-Pencegahan kecacatan yakni dengan memprioritaskan penanganan medis darurat (golden hours) pada pasien patah tulang terbuka (open fracture) untuk meminimalkan risiko amputasi dan cacat permanen.

-Penguatan logistik faskes darurat dengan menyuplai kit bedah minor atau mayor, obat analgetik, antibiotik intravena, serta set fiksasi luar ke puskesmas-puskesmas yang saat ini hanya dapat beroperasi sebagian.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news