Peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Islam Athirah (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Sekolah Islam Athirah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/08). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti guru, karyawan, perwakilan siswa, serta orang tua siswa.
Semangat kemerdekaan semakin terasa dengan nuansa merah putih yang dikenakan para peserta upacara. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memaknai kemerdekaan di tengah tantangan zaman.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Patris Hasanuddin, mengatakan kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus dijaga.
“Hari ini di Sekolah Islam Athirah kita merayakan kemerdekaan negara tercinta kita Indonesia. Kemerdekaan adalah satu anugerah yang patut kita syukuri dari Allah SWT,” kata Patris dalam amanatnya.
Ia menegaskan, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan upaya menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur merupakan bagian dari cita-cita luhur yang telah diwariskan para pendahulu bangsa.
“Cita-cita luhur itu hanya bisa diwujudkan ketika Indonesia berdaulat, baik secara internal maupun eksternal tanpa campur tangan bangsa lain,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Patris juga menyoroti pentingnya keadilan dalam bidang pendidikan. Menurut dia, kemerdekaan seharusnya memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Ketika keadilan dikaitkan dengan pendidikan, maka seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus merasakan pendidikan yang layak tanpa terkecuali,” tuturnya.
Patris juga mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa.
“Anak-anakku semua adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan ke depannya. Kami berharap agar bisa belajar dengan baik, menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman yang semakin berat,” katanya.
Ia berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan datang.
Menurut Patris, kemerdekaan sejati pada akhirnya harus dapat dirasakan langsung oleh seluruh rakyat Indonesia melalui kehidupan yang aman, dihargai, dan sejahtera.
“Kemerdekaan sejati adalah ketika seluruh rakyat Indonesia merasa aman di negerinya, merasa dihargai di negerinya dan merasa sejahtera di tanah airnya sendiri,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Islam Athirah menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan sekaligus mengingatkan pentingnya pendidikan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.


















































