Imbauan Tanpa Kembang Api Picu Pembatalan Paket Tahun Baru di Magelang

2 weeks ago 17

Imbauan Tanpa Kembang Api Picu Pembatalan Paket Tahun Baru di Magelang Gala dinner malam tahun baru di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Rabu (31/12/2025). - Harian Jogja/Nina Atmasari

Harianjogja.com, MAGELANG — Kebijakan imbauan perayaan malam Tahun Baru 2026 tanpa pesta kembang api berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Magelang. Sejumlah pelaku usaha hospitality mengaku mengalami pembatalan pesanan dalam jumlah besar, termasuk hotel berbintang dan destinasi wisata yang baru berkembang.

Grand Artos Hotel & Convention Magelang menjadi salah satu yang terdampak paling besar. Hotel berbintang tersebut terpaksa membatalkan agenda rutin pesta kembang api malam tahun baru menyusul adanya imbauan pemerintah, yang berujung pada pembatalan paket perayaan oleh sebagian besar tamu.

General Manager Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Sugeng Sugiantoro, mengatakan bahwa pesta kembang api yang biasanya digelar di Limaran Sky Lounge, area rooftop lantai 9 hotel, merupakan daya tarik utama perayaan malam tahun baru. Lokasi tersebut memiliki area indoor dan outdoor dengan kapasitas hingga 300 orang.

“Pemesanan paket malam tahun baru sudah kami buka sejak awal Desember 2025 dan ratusan tamu telah melakukan reservasi. Namun setelah kami membatalkan pesta kembang api karena adanya imbauan, hampir 80 persen tamu memilih membatalkan pesanan,” kata Sugeng, Rabu (31/12/2025).

Sugeng menjelaskan, awalnya tingkat pembatalan bahkan mencapai 90 persen. Setelah pihak hotel melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan bahwa perayaan tetap berlangsung dengan gala dinner, hiburan band, pentas tari, dan DJ, angka pembatalan sedikit menurun.

“Kami sampaikan bahwa acara tetap digelar di lokasi yang sama, hanya tanpa kembang api. Namun tetap saja banyak tamu yang membatalkan,” ujarnya.

Sugeng menyayangkan kebijakan yang dinilai mendadak tersebut karena berdampak langsung pada pelaku usaha hospitality. Menurutnya, selain merugikan hotel, kebijakan itu juga memukul pelaku usaha kecil yang biasanya ikut menikmati momentum malam tahun baru.

“Kami memahami keprihatinan nasional atas bencana di Sumatra dan semua pihak sudah menunjukkan empati melalui berbagai cara. Namun kami di sektor hospitality menjual komitmen dan layanan. Ketika kebijakan berubah mendadak, kerugian tidak bisa dihindari,” tambahnya.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat lebih mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap berbagai sektor usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Penjadwalan Ulang Pesanan
Dampak serupa juga dirasakan oleh Homo Sapiens Park, destinasi wisata edukasi di Sawangan, Kabupaten Magelang, yang baru beroperasi sejak April 2025. Manager Homo Sapiens Park, Heri Nugroho, mengungkapkan bahwa sejumlah tamu membatalkan dan menunda kunjungan setelah rencana pesta kembang api malam tahun baru dibatalkan.

“Kami sempat menawarkan paket malam tahun baru, ada yang hanya pesta kembang api, ada juga yang menginap di glamping. Karena tidak jadi ada kembang api, tamu membatalkan dan sebagian meminta penjadwalan ulang. Demi pelayanan, kami perbolehkan digunakan di lain hari,” ujar Heri.

Heri berharap pemerintah ke depan dapat menyusun kebijakan yang lebih terprogram dan komunikatif. Menurutnya, sebagai pengelola destinasi wisata baru, setiap momentum sangat berarti untuk menarik pengunjung.

Homo Sapiens Park sendiri merupakan destinasi wisata edukasi bertema zaman prasejarah, lengkap dengan ilustrasi cerita, patung-patung ikonik, serta panorama alam di tepi Sungai Pabelan. Pada hari biasa, destinasi ini dikunjungi sekitar 100 hingga 200 orang, sedangkan akhir pekan mencapai 500 hingga 1.000 pengunjung. Harga tiket masuk dipatok Rp15.000 pada hari biasa dan Rp20.000 saat akhir pekan serta hari libur nasional.

Malam tahun baru di Homo Sapiens Park, Sawangan, Kabupaten Magelang, Rabu (31/12/2025). /Harian Jogja-Nina Atmasari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news