Jepang Cegah Bunuh Diri dengan AI, Sudah Selamatkan Dua Orang

7 hours ago 4

Jepang Cegah Bunuh Diri dengan AI, Sudah Selamatkan Dua Orang

Psikologi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, TOKYO— Jepang mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah aksi bunuh diri di ruang publik. Sistem yang dipasang di puluhan stasiun kereta dan gedung komersial itu diklaim telah membantu menyelamatkan sedikitnya dua orang yang diduga hendak mengakhiri hidup.

Teknologi pencegah bunuh diri berbasis AI tersebut dikembangkan perusahaan teknologi Asilla Inc. yang bermarkas di Tokyo. Sistem bekerja dengan menganalisis perilaku seseorang melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengidentifikasi tanda-tanda yang mengarah pada risiko bunuh diri, termasuk upaya melompat dari ketinggian.

Berdasarkan data terbaru, sistem tersebut kini telah diterapkan di sekitar 40 lokasi yang terdiri atas 30 fasilitas komersial dan 10 stasiun kereta di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.

AI tersebut memantau sejumlah pola perilaku yang dianggap berisiko, seperti mondar-mandir tanpa tujuan jelas, berdiri terlalu lama di dekat tepi peron stasiun, maupun berada di area atap gedung dalam waktu yang tidak wajar.

Ketika mendeteksi aktivitas mencurigakan, sistem secara otomatis mengirimkan peringatan kepada petugas keamanan maupun staf stasiun. Dalam kondisi tertentu, pemberitahuan juga dapat disampaikan melalui pengeras suara agar petugas segera melakukan tindakan pencegahan.

Salah satu keberhasilan sistem ini terjadi ketika AI mendeteksi seorang pria berada di area terbatas yang tidak dapat diakses pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan. Setelah dihampiri petugas keamanan, pria tersebut mengaku memiliki niat untuk mengakhiri hidup dengan cara melompat dari gedung.

Kasus lainnya melibatkan seorang anak yang terlihat berada cukup lama di dekat pagar pembatas di lantai atas sebuah bangunan. Saat petugas melakukan pemeriksaan, anak tersebut diketahui tengah menulis surat wasiat bunuh diri.

Sejak 2022, Asilla bekerja sama dengan sekitar 200 fasilitas komersial dan berbagai organisasi untuk mengembangkan kemampuan sistem AI tersebut. Pengembangannya dilakukan dengan memanfaatkan sekitar 7 juta rekaman kamera pengawas sebagai bahan pelatihan algoritma.

Melalui proses tersebut, kemampuan AI tidak hanya difokuskan pada deteksi risiko bunuh diri. Sistem juga dapat mengenali berbagai kondisi darurat lain, seperti seseorang yang jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, hingga indikasi terjadinya tindakan kekerasan di area publik.

Dengan perluasan implementasi di stasiun dan fasilitas umum, teknologi AI pencegah bunuh diri di Jepang diharapkan dapat meningkatkan respons cepat terhadap situasi darurat sekaligus memperkuat sistem keamanan dan keselamatan masyarakat di ruang publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news