Kemenkes Pastikan Vaksin Flu Efektif Hadapi Influenza H3N2

2 weeks ago 18

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat virus influenza A (H3N2), termasuk subklade K yang belakangan ramai diberitakan.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta pemantauan epidemiologi terkini, subklade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan klade influenza lainnya.

“Gejala umumnya masih seperti flu musiman, meliputi demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” kata Widyawati di Jakarta, Kamis.

Widyawati menjelaskan secara global, peningkatan kasus influenza A (H3) mulai terdeteksi di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025 atau Oktober, seiring masuknya musim dingin.

“Jumlah kasus yang dilaporkan di Amerika Serikat mencapai 1.127 kasus, dan pola ini serupa dengan musim-musim sebelumnya,” ujarnya.

Sementara di kawasan Asia, subklade K dilaporkan muncul di sejumlah negara seperti China, Korea, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak pekan ke-30 tahun 2025, dengan varian dominan influenza A (H3). Namun, tren kasus di negara-negara tersebut cenderung menurun dalam dua bulan terakhir.

Kondisi Influenza di Indonesia

Di Indonesia, influenza A (H3) juga menjadi varian dominan. Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) yang rampung pada 25 Desember 2025, subklade K terdeteksi sejak Agustus 2025 dari laporan 88 sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di seluruh Indonesia.

“Hingga akhir Desember, tercatat 62 kasus di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” katanya.

Kasus influenza A (H3) lebih banyak ditemukan pada perempuan, yakni 64 persen, dengan kelompok usia terbanyak 1–10 tahun sebesar 35 persen.

Hasil Pemeriksaan Genom

Dari total 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel telah dilakukan pemeriksaan genom. Hasilnya, 152 sampel atau 44 persen merupakan influenza A (H1), 172 sampel atau 49 persen influenza A (H3), dengan 62 sampel atau 36 persen di antaranya termasuk subklade K. Sisanya 24 sampel atau 7 persen merupakan influenza tipe B/Victoria.

Widyawati menegaskan seluruh varian tersebut telah dikenal dan bersirkulasi secara global serta terus dipantau melalui sistem surveilans WHO.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Selain itu, vaksinasi influenza tahunan dianjurkan terutama bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Masyarakat juga diminta tetap di rumah saat sakit, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker bila mengalami gejala flu.

Kemenkes memastikan akan terus memperkuat surveilans influenza nasional sebagai langkah antisipasi, sekaligus menjamin kesiapsiagaan layanan kesehatan dalam menghadapi dinamika virus influenza yang terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news