Jumali Senin, 01 Juni 2026 02:17 WIB

Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, JOGJA – Google melakukan perubahan besar pada tampilan dan sistem mesin pencarinya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 25 tahun. Transformasi ini diumumkan dalam ajang Google I/O 2026 pada Selasa (20/5/2026) dan disebut sebagai pembaruan terbesar sejak layanan tersebut diluncurkan pada akhir 1990-an.
Perubahan paling mencolok terjadi pada kotak pencarian yang kini berevolusi menjadi Intelligent Search Box. Jika sebelumnya hanya digunakan untuk memasukkan kata kunci singkat, kini fitur tersebut dirancang untuk menerima pertanyaan panjang, percakapan alami, hingga input multimodal seperti gambar, video, dokumen, dan bahkan tab browser.
Langkah ini dinilai sebagai respons Google terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan generatif yang semakin populer, termasuk chatbot seperti ChatGPT.
Google Vice President of Search, Elizabeth Reid, menyebut pembaruan ini sebagai lompatan terbesar dalam sejarah Search. Ia menegaskan bahwa perubahan ini menyesuaikan cara pengguna modern dalam mencari informasi yang kini lebih bersifat percakapan.
Dengan integrasi model AI Gemini 3.5 Flash, pengguna tidak lagi perlu mengetik kata kunci secara spesifik. Sistem kini dapat memahami konteks percakapan layaknya asisten digital. Pengguna juga dapat mengunggah gambar untuk dianalisis, meminta ringkasan dokumen, hingga membandingkan produk secara langsung di dalam kolom pencarian.
Perubahan ini juga berdampak pada tampilan hasil pencarian. Format klasik “10 tautan biru” yang selama ini menjadi ciri khas Google Search mulai dikurangi. Sebagai gantinya, hasil akan lebih banyak menampilkan AI Overview, ringkasan otomatis, serta kartu informasi interaktif yang disesuaikan dengan konteks pengguna.
Google turut memperkenalkan fitur Search Live, yang memungkinkan percakapan dua arah secara langsung dengan mesin pencari tanpa harus mengulang konteks pertanyaan. Pengguna dapat melanjutkan diskusi layaknya berbicara dengan asisten virtual.
Selain itu, hadir pula fitur search agents yang memungkinkan sistem bekerja secara otomatis di latar belakang. Fitur ini dapat memantau harga tiket pesawat, ketersediaan barang, hingga apartemen, lalu memberikan notifikasi saat kondisi yang diinginkan terpenuhi.
Sejumlah analis teknologi, termasuk dari TechCrunch, menilai perubahan ini sebagai tanda pergeseran besar dalam industri pencarian internet. Google Search kini tidak lagi sekadar mesin pencari berbasis tautan, tetapi berkembang menjadi sistem jawaban berbasis kecerdasan buatan.
Meski demikian, Google menegaskan bahwa hasil pencarian berbasis tautan tetap tersedia, hanya saja kini diposisikan di bawah jawaban AI.
Dengan pembaruan ini, Google resmi memasuki era baru pencarian internet yang lebih interaktif, personal, dan berbasis percakapan—mengubah cara pengguna berinteraksi dengan informasi di dunia digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
5

















































