Lelang Proyek Gedung RSUD Sleman Dipastikan Mundur dari Juli

9 hours ago 5

Lelang Proyek Gedung RSUD Sleman Dipastikan Mundur dari Juli

Ilustrasi proyek pembangunan./Harian Jogja-freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana lelang konstruksi pembangunan gedung baru RSUD Sleman dipastikan belum dapat terlaksana pada Juli 2026. Hingga pertengahan bulan ini, proses persiapan proyek masih difokuskan pada reviu Detail Engineering Design (DED) sehingga tahapan pembangunan fisik belum bisa dimulai.

Kondisi tersebut membuat jadwal yang sebelumnya diproyeksikan berlangsung pada Juli 2026 berpotensi mengalami pergeseran.

Reviu DED Masih Berlangsung

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma'aruf, mengatakan dokumen DED hingga kini masih dalam proses peninjauan.

"Masih review DED di RSUD Sleman," kata Fauzan saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

Saat ditanya mengenai kemungkinan lelang konstruksi yang sebelumnya ditargetkan berlangsung pada Juli 2026 batal terealisasi bulan ini, Fauzan membenarkannya.

"Ya, Mas," ujarnya.

Revisi Desain Sesuaikan Standar Keselamatan

Sebelumnya, Direktur RSUD Sleman, dr. Wisnu Murti Yani, menjelaskan pembangunan gedung lima lantai tersebut sempat mengalami penyesuaian melalui revisi DED.

Perubahan desain dilakukan untuk memenuhi ketentuan keselamatan kebakaran, termasuk penambahan tiga shaft kebakaran yang dilengkapi lift serta area bebas asap sesuai regulasi yang berlaku.

Pada saat itu, RSUD Sleman memperkirakan seluruh dokumen administrasi dapat diselesaikan sehingga proses lelang konstruksi berlangsung pada Juni atau Juli 2026, sedangkan pembangunan fisik diproyeksikan dimulai pada Juli atau Agustus 2026.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan reviu DED belum selesai sehingga jadwal tersebut berpotensi bergeser.

Gedung Baru Perkuat Layanan Subspesialis

Gedung baru RSUD Sleman dirancang memiliki lima lantai untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit sebagai fasilitas rujukan sekaligus memperkuat layanan subspesialis.

Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari peningkatan layanan stroke serta berbagai layanan subspesialis lainnya.

Total kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp125,26 miliar, termasuk tambahan pendanaan sekitar Rp45 miliar yang sebelumnya direncanakan berasal dari pinjaman Bank BPD DIY.

Skema Pinjaman Bergeser ke 2027

Mundurnya tahapan persiapan proyek turut berpotensi memengaruhi rencana pembiayaan pembangunan.

Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Agus Hidayatno, mengatakan Pemkab Sleman masih merencanakan penggunaan pinjaman untuk membiayai sebagian proyek gedung baru RSUD Sleman.

Namun, realisasi pinjaman tersebut tidak lagi direncanakan pada tahun 2026.

"Rencananya nanti untuk pembangunan RSUD Sleman sebagian dibiayai dari pinjaman. Untuk besarannya masih didiskusikan dan rencana baru nanti di tahun 2027," kata Agus.

Ia juga mengakui nilai pinjaman yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp45 miliar masih berpeluang mengalami perubahan.

"Bisa jadi," ujarnya saat ditanya apakah besaran pinjaman dapat berbeda dari rencana awal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news