MBG Tetap Jadi Prioritas, Prabowo: Saya Yakin di Jalan yang Benar

19 hours ago 14

 Saya Yakin di Jalan yang Benar Presiden Prabowo Subianto. Antara - Galih Pradipta

Harianjogja.com, JAKARTA—Komitmen melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditegaskan Presiden Prabowo Subianto, dengan menempatkan pemenuhan kebutuhan pangan rakyat sebagai prioritas di tengah sorotan anggaran negara.

Dalam wawancara yang keterangannya diterima di Jakarta, Minggu (22/3/2026), Presiden menyebut anggaran negara lebih baik digunakan untuk memberi makan masyarakat daripada bocor akibat praktik korupsi.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” kata Prabowo.

Program MBG tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan gizi dan stunting, tetapi juga diarahkan sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Di tengah berbagai kritik dan tantangan fiskal, pemerintah tetap mempertahankan program ini karena dinilai menyentuh kebutuhan dasar warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Dari sisi ekonomi, Prabowo menyebut program ini berpotensi membuka lapangan kerja dalam skala besar, mulai dari operasional dapur hingga rantai pasok bahan pangan.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," ucap Prabowo.

Selain itu, setiap dapur juga melibatkan sejumlah pemasok bahan pangan yang turut menyerap tenaga kerja di sektor pertanian.

"Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” imbuhnya.

Meski demikian, Presiden mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi di lapangan, sehingga pemerintah telah melakukan penertiban terhadap sejumlah dapur.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkapnya.

Prabowo juga memastikan pembiayaan program ini tidak bersumber dari utang baru, melainkan dari efisiensi anggaran dan upaya menekan kebocoran.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegasnya.

Menurut Presiden, langkah ini menjadi bagian dari upaya agar manfaat ekonomi lebih dirasakan oleh masyarakat luas, terutama kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news