Musrenbang Tiga Kelurahan di Padang Panjang Soroti Irigasi, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Warga

4 weeks ago 28

TARUNA - hayati

PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF — Aspirasi pembangunan dari tingkat kelurahan kembali mengemuka dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar serentak di sejumlah wilayah Kota Padang Panjang, Selasa (3/2/2026). Tiga kelurahan, yakni Ngalau, Koto Panjang, dan Tanah Hitam, menyampaikan beragam usulan yang berfokus pada perbaikan infrastruktur dasar, khususnya irigasi, serta penguatan ekonomi dan sosial masyarakat.

Di Kelurahan Ngalau, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), sebanyak 29 usulan pembangunan dibahas dalam musrenbang yang berlangsung di halaman Kantor Lurah Ngalau. Musrenbang ini dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Padang Panjang, Ade Nafrita Anas, dan dihadiri Kepala Bappeda Putra Dewangga, Kepala Dinas Kesehatan dr. Sonya Themiarto, Camat PPT Wira Jaya Septikha, serta perwakilan OPD terkait.

Ade Nafrita menyampaikan, musrenbang merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan di wilayahnya.

“Usulan-usulan yang disampaikan merupakan bagian dari program OPD dan selaras dengan visi dan misi Wali Kota serta Wakil Wali Kota. Namun, karena keterbatasan anggaran, tentu tidak semuanya dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh usulan yang telah dibahas dapat diperjuangkan hingga ke tingkat musrenbang kota.

Camat Wira Jaya Septikha menambahkan, mayoritas usulan yang masuk berkaitan dengan perbaikan saluran irigasi dan fasilitas umum yang terdampak bencana.

“Dari 29 usulan, sebagian besar menyangkut irigasi dan perbaikan sarana yang rusak akibat bencana beberapa waktu lalu. Semoga dapat terealisasi dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Ngalau Sazali menjelaskan, dari total usulan yang dibahas, tujuh usulan berasal dari kelurahan dan 22 usulan dari RT. Prioritas utama adalah perbaikan irigasi Lubuk Janggan yang jebol akibat bencana, sehingga mengganggu aliran air ke persawahan warga.

Tak jauh berbeda, Musrenbang Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, juga menempatkan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi sebagai fokus utama. Sebanyak 12 usulan prioritas dibahas, terdiri dari delapan usulan fisik, dua usulan ekonomi, dan dua usulan sosial.

Musrenbang dibuka Kepala Bappeda Putra Dewangga, didampingi Camat PPT Wira Jaya Septikha dan Lurah Koto Panjang Kristian, serta dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan OPD, dan utusan RT.

Pada sektor ekonomi, warga mengusulkan pelatihan kelompok tani pertanian organik disertai bantuan modal berupa pupuk kompos dan bibit, sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan ekonomi masyarakat. Sementara di sektor infrastruktur, perbaikan jaringan irigasi Rao-rao dan Labuh Baranak sisi kanan menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas pertanian.

Di bidang sosial, peningkatan kompetensi kader Posyandu serta penyelenggaraan event olahraga tahunan bola voli dibahas untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mempererat kebersamaan warga.

“Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Usulan yang benar-benar prioritas dan berdampak langsung akan menjadi perhatian kami,” ujar Putra Dewangga.

Lurah Kristian menyebutkan, Kelurahan Koto Panjang memiliki 20 RT tipe A dengan pagu anggaran Rp600 juta, dan dari hasil rembuk warga dihimpun 12 usulan utama yang diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap.

Sementara itu, di Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), musrenbang memprioritaskan pembangunan fisik yang dinilai mendesak. Sebanyak 12 usulan kegiatan diajukan, didominasi pembangunan jalan setapak, drainase, pengelolaan sanitasi, serta peningkatan sarana dan prasarana kelurahan.

Musrenbang dibuka Asisten III Administrasi Umum Setdako Padang Panjang Ade Nafrita Anas dan dihadiri Camat PPB Romi Ar Rahman, perwakilan OPD, RT, LPM, FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.

Lurah Tanah Hitam Wetriko menyampaikan, dari 12 usulan tersebut, 11 merupakan usulan fisik dan satu usulan ekonomi, seluruhnya masuk kategori B.

“Kami berharap usulan yang telah disepakati ini dapat diperjuangkan hingga musrenbang tingkat kecamatan dan kota,” ujarnya.

Ade Nafrita menegaskan, musrenbang kelurahan menjadi dasar pembahasan di tingkat kecamatan dan kota, dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah yang mengalami penyesuaian dalam dua tahun terakhir.

“Karena keterbatasan anggaran, kita harus menentukan prioritas. Infrastruktur tetap penting, namun saat ini pemulihan pascabencana juga menjadi fokus,” jelasnya.

Camat Romi Ar Rahman berharap seluruh usulan yang disampaikan Tanah Hitam dapat menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan riil masyarakat.

Dilansir dari laman Kominfo Padang Panjang, melalui rangkaian musrenbang ini, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah semakin kuat, sehingga perencanaan pembangunan dapat berjalan inklusif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga di tingkat kelurahan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news