SOLOK, KLIKPOSITIF – PT Charoen pokphand indonesia (PT CPI) – BISI bersama PT Sarana Desa Mandiri (PT SDM) melakukan panen raya jagung kemitraan di Lansanak, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Selasa, 10 Februari 2026.
Direktur Utama PT Sarana Desa Mandiri, Denny ApriyandyPanen raya ini menghasilkan 2,5 ton jagung pipil dengan luas lahan 3000 m2. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kab Solok, Ivony Munir, PPL Kementrian Pertanian Kab Solok, Charoen Pokphand Indonesia Group (Feed Mill, Broiler Farm Dan Corn Farm Area SumBagut), Walinagi Muara Pingai, Walinagari Kotobaru, Walinagari Aripan,Ketua Kelompok-kelompok Petani dan Koperasi Porang Perdana Sejahtera, Brigade Pangan anak anak milenial Kubung dan Cupak.
Direktur Utama PT Sarana Desa Mandiri, Denny Apriyandy mengatakan, panen raya ini diawali dengan budidaya jagung yang di lakukan oleh petani yang bermitra dengan PT SDM.
“PT SDM sebagai kepanjangan tangan perusahaan (Charoen Pokphand Indonesia-BISI ) memberikan fasilitas usaha dalam bentuk benih berkualitas , pupuk dan pestisida dalam hal proses budidaya jagung,” katanya usai kegiatan.
Ia mengatakan, perusahaan dalam hal ini juga memberikan pendampingan teknis lapangan mulai dari proses olah tanah sampai pasca panen. Selain itu, perusahaan juga yang menyiapkan transportasi dari lahan petani ke pabrik Charoen Pokphand Indonesia.
“Sehingga petani hanya fokus ke budidaya jagung dan menerima hasil budidaya tersebut sesuai dengan harga beli pabrik (aktual) saat jagung di terima pabrik CPI di feedmill PadangPariaman (Padang Indusrial Park/PIP),” jelasnya.
Denny menuturkan, panen raya ini menghasilkan 2,5ton pipil kering dengan jenis benih BISI MACHO (benih khusus kemitraan) yang tidak di perjualbelikan di pasaran.
“Jagung ini langsung di kirim ke pabrik CPI feedmill Padang Pariaman (PIP). Jagung ini nantinya akan diolah sebagai pakan ternak ayam broiler dan petelur untuk area Sumbar ,Jambi dan sebagian Riau,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kab Solok, Ivony Munir berharap dengan adanya pola kemitraan ini bisa membantu petani mendapatkan Sarana Produk pertanian (Saprotan) yang berkualitas dan unggul.
“Selain itu, petani juga terbimbing dalam hal budidaya jagung sehingga menghasilkan tonase panen yang maksimal sehingga bisa mendongkrak ekonomi rakyat, terutama petani jagung kemitraan karena perusahaan menginginkan iklim usaha jagung yang berkelanjutan dan bertumbuh ke arah yang positif,” harapnya.
Ia menambahkan, selain untuk petani, hal ini juga memberikan ‘multiplayer effect’ dalam sistem ekonomi kerakyatan yang di gaungkan oleh Presiden Prabowo. “Petani punya banyak pilihan dalam berusaha, yang mana ini juga sesuai dengan slogan perusahaan ‘Growth Prosperity Together’. Dari sini petani juga langsung menjual hasilnya ke pabrik sehingga memutus mata rantai ‘ijon’ yang selama ini membelenggu petani,” paparnya.
Panen raya ini diharapkan bisa membuat Generasi Millenial terpacu dan memiliki keingintahuan lebih jauh atas perkembangan dan prospek bisnis ini ke depan. “Karena tidak hanya memberikan manfaat kepada satu pihak, namun juga bisa membuka lapangan kerja bagi pihak lainnya,” tuturnya.
Ivony Munir juga sangat mendukung program kolaborasi ini, dimana PT Charoen pokphand indonesia (PT CPI) – BISI membuka peluang seluas-luasnya bagi Millennial dan Gen Z serta masyarakat luas. “Karena kalau kita dengar penuturan dari Pak Denny tadi, kita hanya perlu sediakan lahan, sedangkan untuk bibit, pupuk, hingga pendampingan di masa tumbuhnya dibantu oleh perusahaan . Hasil jualnya juga langsung ditampung oleh PT CPI, sehingga keuntungannya sangat bagus bagi kita,” jelasnya.

3 weeks ago
23


















































