Pekalongan Diusulkan Masuk Prioritas Pertama Tanggul Laut Raksasa

3 hours ago 2

Pekalongan Diusulkan Masuk Prioritas Pertama Tanggul Laut Raksasa Foto ilustrasi Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Raksasa, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Wilayah pesisir di Pekalongan, Jawa Tengah, diusulkan masuk dalam prioritas awal pembangunan proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) seiring kondisi daratan yang kini sudah berada di bawah permukaan laut.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, kepada Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, agar Pekalongan dipertimbangkan dalam sesi pertama proyek GSW bersama Teluk Jakarta dan kawasan Semarang-Kendal-Demak.

"Saya bilang kemarin ke Bapak Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan. Pak, fakta hari ini adalah Pekalongan itu sudah di bawah muka air laut jadi mungkin tolong dipertimbangkan Pekalongan bagian daripada yang Bapak prioritaskan di sesi pertama ini," ujar Dody di Karanganyar, Minggu (29/3/2026).

Menurut Dody, Kementerian PU juga diminta menempatkan personel di BOPPJ untuk memperkuat koordinasi dalam percepatan proyek tersebut.

Ia menyebut saat ini sudah ada sejumlah inisiasi, termasuk skema pendanaan melalui pinjaman luar negeri yang sebelumnya masih berada di Kementerian PU.

Dody memastikan seluruh pinjaman yang terkait pembangunan Giant Sea Wall akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung BOPPJ.

"Saya sudah komit sama Bapak Kepala BOPPJ, apa pun loan atau pinjaman atau apa pun yang dari luar yang terkait Giant Sea Wall dan masih saya pegang, itu saya alokasikan 100 persen untuk BOPPJ," katanya.

Di sisi lain, BOPPJ menilai pembangunan tanggul laut raksasa menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi wilayah Pantai Utara Jawa yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Didit Herdiawan Ashaf menyebut kawasan Pantura menyumbang sekitar 368,3 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto nasional.

Menurutnya, wilayah tersebut menghadapi tekanan serius akibat penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang memicu banjir rob.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kota strategis, termasuk di Semarang, yang mengalami penurunan tanah sekaligus ancaman banjir rob.

Pembangunan Giant Sea Wall dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi aset nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di kawasan pesisir utara Jawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news