Suasana pelepasan 1.000 balon dalam perayaan malam pergantian tahun di HeHa Sky View Patuk. Kamis (1/1/2026) Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Malam pergantian tahun di destinasi wisata HeHa Sky View, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, tetap berlangsung meriah meski tanpa pesta kembang api. Perayaan Tahun Baru 2026 di lokasi ini diganti dengan pelepasan ribuan balon cahaya oleh para pengunjung.
Manajemen HeHa Sky View mengemas perayaan bertajuk HEHA HORE 2026 dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional. Ngatmombilung, Orkes Pensil Alis, Mendadak Karaoke Romanticoustic, Jeyma Monica & Acoustic, hingga Dictionary Band tampil bergantian menghibur pengunjung hingga menjelang pergantian tahun.
Suasana meriah sudah terasa sejak Rabu (31/12/2025) petang. Ribuan pengunjung memadati kawasan HeHa Sky View untuk merayakan malam tahun baru. Setiap pengunjung yang datang mendapatkan cinderamata serta terompet yang ditiup serentak saat hitung mundur pergantian tahun.
Sesuai agenda, puncak acara ditandai dengan pelepasan balon cahaya. Setiap pengunjung dibagikan balon untuk diterbangkan secara bersamaan tepat pada Kamis (1/1/2026) pukul 00.00 WIB, menggantikan tradisi pesta kembang api.
Direktur Utama HeHa Sky View, Rio Handoyo Mawardi, mengatakan perayaan Tahun Baru 2026 sengaja dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi kepolisian yang melarang pesta kembang api.
“Kami mengikuti aturan yang berlaku, namun tetap berupaya menghadirkan perayaan yang meriah dan berkesan bagi pengunjung. Karena itu, kami menghadirkan sejumlah musisi favorit untuk menghibur malam pergantian tahun,” kata Rio, Kamis malam.
Rio menambahkan, pelepasan sekitar 1.000 balon cahaya juga dimaknai sebagai doa dan harapan menyambut awal tahun 2026. Selain itu, keputusan tidak menggelar pesta kembang api merupakan bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Sumatra.
“Ini juga bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara yang sedang mengalami musibah. Kami ingin perayaan tetap berlangsung, namun dengan cara yang lebih berkesadaran sosial,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager HeHa Sky View Patuk Nur Wijayanti mengatakan, HEHA HORE 2026 merupakan wujud komitmen manajemen dalam menghadirkan perayaan tahun baru yang berbeda, bermakna, dan bertanggung jawab.
“Seluruh rangkaian acara diselenggarakan dengan menjunjung kepekaan sosial serta ketaatan terhadap kebijakan pemerintah, demi terciptanya perayaan yang aman, tertib, dan bertanggung jawab,” kata Nur.
Menurutnya, perayaan tersebut tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran ribuan pengunjung turut mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM dan tenaga kerja lokal.
“Setiap waktunya, HeHa Sky View berupaya ikut mendorong geliat ekonomi pariwisata, memperkuat peran UMKM, serta mengukuhkan Gunungkidul sebagai salah satu destinasi liburan akhir tahun yang diminati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 weeks ago
17
















































