Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan (kanan) mengunjungi pos pengamanan di Titik Nol KM pada Rabu (18/3/2026). - Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja berkomitmen menyambut pemudik dan wisatawan dengan standar pelayanan terbaik mulai dari pintu kedatangan hingga pusat keramaian.
Libur Lebaran diperkirakan menjadi momen peningkatan pengunjung ke Kota Jogja. Di momen tersebut, Pemkot Jogja melarang pedagang menerapkan tarif “nuthuk” untuk menjaga kenyamanan wisatawan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta pelaku wisata agar tidak ada lagi praktik “nuthuk” atau mematok harga secara tidak wajar kepada wisatawan. Hasto meminta pelaku wisata memberikan pelayanan yang jujur dan berkualitas harus menjadi prioritas utama, terlebih di tengah tingginya tingkat hunian hotel menjelang Lebaran. “Hotel-hotel, termasuk di kawasan Malioboro, saat ini sudah penuh. Maka bentuk rasa syukur itu harus diwujudkan dengan pelayanan terbaik,” katanya, Rabu (18/3/2026).
Dia pun meminta seluruh pelaku usaha jasa, khususnya penginapan, hotel, dan restoran, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan selama momentum libur Idulfitri 2026. Dia menegaskan pentingnya menjaga citra Kota Jogja sebagai kota yang ramah dan nyaman bagi para tamu.
Hasto meminta agar wisatawan yang datang ke Jogja diperlakukan layaknya “raja”, dengan memberikan pelayanan terbaik yang ada. Menurutnya, kehadiran wisatawan menjadi bagian penting di Kota Jogja. “Khusus untuk penyelenggara jasa usaha seperti penginapan, hotel, dan restoran, saya berharap bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ingat bahwa tamu kita adalah raja, dan Jogja ini dimaknai oleh tamu-tamu kita,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik pada momen Lebaran kali ini, Hasto bersama dengan Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, serta beberapa pejabat lain di Pemkot Jogja serta Pemda DIY memantau sejumlah titik strategis di Kota Jogja. Beberapa lokasi yang dipantau antara lain Stasiun Yogyakarta, dan sejumlah pos-pos pengamanan di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.
Selain itu, Pemkot Jogja juga tengah melakukan evaluasi terhadap kebijakan baru terkait dengan penataan parkir, khususnya pembatasan bus pariwisata yang tidak lagi diperbolehkan melintas hingga kawasan Titik Nol dan Tugu. “Kami akan terus memantau dampak kebijakan ini. Parkir bus dialihkan, seperti di kawasan Senopati, dan ini akan kami evaluasi untuk perbaikan ke depan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyampaikan pihaknya juga melakukan kunjungan ke sejumlah pos pengamanan dan titik wisata guna memastikan kesiapan layanan bagi wisatawan. Dia menyebut fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Gondomanan, telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan wisatawan selama libur Lebaran. Pemerintah kota juga ingin memastikan pengalaman pertama wisatawan saat tiba di Jogja, termasuk di stasiun, sudah terasa nyaman.
“Kami ingin wisatawan datang ke Jogja dengan rasa nyaman sejak pertama tiba. Semua kesiapan, baik personel maupun peralatan, sudah kami pastikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

7 hours ago
5

















































