Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian terhadap Yunanta (30), seorang nelayan yang dilaporkan hilang tenggelam di kawasan Muara Sungai Opak, Kelurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.
Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu (29/3/2026), petugas membagi kekuatan menjadi empat unit Search and Rescue Unit (SRU) guna menyisir area perairan dan daratan di sekitar lokasi kejadian.
Humas Kantor Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa strategi pencarian hari ini mencakup pemantauan udara dan penyisiran air secara mendalam.
"SRU pertama melakukan penyisiran air menggunakan empat perahu karet LCR dan satu perahu jukung di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dengan radius sejauh 500 meter," ujar Pipit saat memberikan keterangan di Yogyakarta, Minggu.
Selain kekuatan di air, tim darat juga dikerahkan untuk menyisir bibir sungai dan area pantai. SRU kedua bergerak melakukan penyisiran darat ke arah timur dari titik koordinat terakhir korban terlihat, sementara SRU ketiga menyisir ke arah barat dengan radius masing-masing 500 meter.
Guna memaksimalkan pengamatan dari sudut pandang yang lebih luas, SRU keempat ditugaskan melakukan pemantauan udara menggunakan drone thermal di sekitar LKP.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian pada hari kedua ini terpantau cerah, sehingga tidak ada kendala teknis yang menghambat pergerakan alat utama (alut) maupun personel di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya keras menemukan keberadaan korban yang diduga kuat hanyut saat sedang menjaring ikan.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun Basarnas, insiden ini bermula saat Yunanta berpamitan untuk menjaring ikan pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 02.00 WIB.
Namun, kekhawatiran muncul saat saksi mata menemukan perahu getek milik korban terdampar dalam kondisi kosong sekitar pukul 05.00 WIB di wilayah Muara Sungai Opak sisi barat. Selain perahu, jaring dan sepeda motor korban juga ditemukan masih berada di lokasi tersebut.
Pihak keluarga dan warga sempat melakukan pencarian mandiri hingga pukul 16.00 WIB, namun Yunanta tak kunjung kembali ke rumah.
Lantaran titik terang keberadaan korban belum ditemukan, warga akhirnya secara resmi meminta bantuan tim SAR pada pukul 17.00 WIB untuk melakukan operasi penyelamatan profesional di sepanjang aliran sungai yang bermuara ke Samudra Hindia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

7 hours ago
5

















































