Penumpang Bus Palbapang Bantul Turun, Arus Balik Lesu

4 hours ago 4

Penumpang Bus Palbapang Bantul Turun, Arus Balik Lesu Sejumlah penumpang menaiki bus Trans Jogja di Terminal Palbapang. - Harian Jogja / Lugas Subarkah

Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah penumpang bus di Terminal Palbapang Bantul menurun pada libur Lebaran 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan tren sewa bus wisata.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh agen bus di Terminal Palbapang yang mencatat turunnya jumlah penumpang harian menjelang puncak arus balik. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh pemilik Agen Bus Murni Jaya di Terminal Palbapang, Sulton Abdul (46).

Sulton mengungkapkan, jumlah penumpang harian tahun ini hanya berkisar 30 orang, jauh di bawah capaian tahun lalu yang bisa menembus lebih dari 50 orang per hari. Ia mengungkapkan jumlah penumpang harian jelang puncak arus balik tahun ini tidak setinggi tahun sebelumnya. Jika pada Lebaran tahun lalu jumlah penumpang bisa mencapai sekitar 50 orang per hari, kini angkanya menurun.

“Tapi untuk tahun ini ya sekitar cuma 30-an per harinya. Tahun sebelumnya bisa sampai 50 lebih,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Meski terjadi penurunan, rute menuju Tangerang masih menjadi tujuan favorit penumpang dari Terminal Palbapang. Pada tahun ini, rute menuju Tangerang tercatat paling diminati. Meski demikian, agen tetap melayani berbagai jurusan lain di wilayah Jabodetabek dan Banten.

Ia menilai penurunan jumlah penumpang dipengaruhi meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026. Menurut Sulton, berkurangnya jumlah penumpang diduga berkaitan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat.

Selain itu, tren penyewaan bus wisata secara rombongan juga turut mengurangi jumlah penumpang pada layanan bus reguler. Kemudian, tren penyewaan bus wisata secara rombongan juga turut memengaruhi jumlah penumpang di agen reguler.

“Terus ada juga yang nyewa bus wisata sendiri, itu kemungkinan bisa mengurangi penurunan penumpang ke agen-agen,” ungkapnya.

Meski demikian, pergerakan arus balik diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dengan potensi peningkatan jumlah penumpang. Meski demikian, ia memperkirakan pergerakan arus balik masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Puncak kepadatan diprediksi berlangsung pada 24 hingga 28 Maret, seiring dengan dimulainya kembali aktivitas kerja dan sekolah pada Senin (30/3).

Ia menambahkan, sebagian penumpang cenderung memilih jadwal keberangkatan mendekati akhir periode arus balik, dengan tanggal 28 Maret menjadi salah satu yang paling diminati. Sulton menejelaskan, banyak penumpang memilih jadwal keberangkatan mendekati akhir periode itu. Sedangkan tanggal 28 Maret menjadi pilihan favorit.

Dari sisi tarif, harga tiket bus sempat mengalami kenaikan pada periode puncak arus mudik sebelum kembali menurun seiring berkurangnya permintaan. Dari sisi tarif, harga tiket bus mengalami penyesuaian mengikuti lonjakan permintaan. Pada periode puncak arus mudik, khususnya 24 hingga 29 Maret, harga tiket sempat menyentuh Rp420.000 sebelum berangsur turun.

“Untuk pembookingan tiket sudah ada. Paling banyak di tanggal 24 hari ini sama tanggal 28 besok,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news