Perum Bulog Rencanakan Tambah 11 Gudang Baru di Sulselbar

6 hours ago 4
Perum Bulog Rencanakan Tambah 11 Gudang Baru di SulselbarPemimpin Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Fahrurozi (dok. Syamsi/KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Perum Bulog merencanakan pembangunan tambahan gudang di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) sebagai bagian dari program nasional pembangunan 100 gudang baru di Indonesia. Program tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan nasional.

Secara nasional, pembangunan 100 gudang tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp5 triliun. Di wilayah Sulselbar, Bulog mengusulkan pembangunan di 11 titik lokasi.

Pemimpin Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Fahrurozi, menyebut sebagian besar lokasi yang diusulkan berada di lahan milik Bulog sendiri. Dari total 11 titik yang direncanakan, sebanyak delapan lokasi telah dipastikan siap karena berada di atas tanah milik Bulog.

Lokasi tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Penambahan gudang ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung stok pangan di wilayah tersebut.

“Di Sulselbar sendiri rencananya ada 11 titik yang akan kami coba push untuk diakomodir dan 8 titik sudah konfirm, 8 titik itu tanahnya Bulog sendiri yang saat ini dihandle di beberapa cabang yang akan kami optimalisasi untuk ditambah gudang yang baru untuk menambah daya simpan,” ucapnya, Sabtu (25/04/2026).

Beberapa lokasi yang direncanakan dibangun gudang baru antara lain berada di Kabupaten Bulukumba, Luwu, Pinrang, Bone, dan Wajo, serta dua di Kota Parepare, Sementara itu, tiga lokasi lainnya masih dalam proses pengajuan lahan hibah dari pemerintah daerah.

Tiga lokasi yang diusulkan melalui mekanisme hibah berada di Kabupaten Mamasa, Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Bone. Proses hibah lahan dari pemerintah daerah tersebut saat ini masih berlangsung.

Kehadiran gudang di wilayah tersebut dinilai penting untuk mendukung distribusi dan penyimpanan cadangan pangan di daerah yang memiliki tantangan geografis. Selain itu, pembangunan gudang di daerah terpencil juga bertujuan memperkuat ketersediaan stok pangan di wilayah rawan logistik.

“Kami sedang push dari tanah hibah dari Pemda, yaitu ada dari Kabupaten Mamasa, Kabupaten Selayar, dan Kabupaten Bone. Itu yang saat ini kami push karena memang dari tiga Pemda ini yang saat ini sudah melakukan proses hibah yang rencananya akan kita gunakan sebagai tambahan gudang,” ujar Fahrurozi.

Penambahan gudang tersebut dinilai mendesak mengingat volume stok pangan Bulog saat ini cukup besar dan membutuhkan ruang penyimpanan tambahan. Selain itu, peningkatan kapasitas gudang juga bertujuan mendukung optimalisasi penyerapan hasil panen petani pada tahun mendatang.

“Tentu penambahan gudang itu di samping karena memang saat ini stok kami besar sekali dan itu masih membutuhkan ruang simpan atau space gudang yang banyak, jadi adanya penambahan itu tentu akan menambah kapasitas gudang yang ada untuk bisa melakukan optimalisasi penyerapan di tahun 2027,” jelasnya.

Selain untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan, pembangunan gudang di beberapa daerah juga bertujuan menekan biaya logistik distribusi pangan. Salah satu daerah yang menjadi prioritas adalah Kabupaten Mamasa yang selama ini masih bergantung pada pasokan beras dari Polewali.

Ia menyebutkan, tingginya biaya distribusi akibat kondisi geografis pegunungan menjadi salah satu pertimbangan pembangunan gudang di wilayah tersebut. Kehadiran gudang di Mamasa diharapkan dapat menjadi buffer stock atau cadangan pangan daerah.

Saat ini, proses pembangunan gudang masih berada pada tahap awal perencanaan. Kantor pusat Bulog tengah menyusun studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk memastikan kelayakan pembangunan di setiap lokasi.

Di lapangan, tim Bulog juga melakukan pengujian tanah atau soil test guna memastikan daya dukung tanah terhadap bangunan gudang. Proses tender pembangunan diperkirakan baru dapat dilakukan setelah seluruh tahapan kajian selesai.

“Karena inpresnya baru, jadi saat ini di kantor pusat sedang menyusun FS-nya terkait kelayakan., dan di lapangan saat ini sedang kami lakukan soil tester terkait kelayakan tanahnya apakah bisa dipakai untuk gudang dan menampung kapasitas 1.000 ton,” sebutnya.

Fahrurozi memperkirakan proses pembangunan fisik gudang kemungkinan dimulai pada akhir tahun setelah tahap perencanaan selesai. Pihak wilayah saat ini masih berfokus mendukung proses pengujian teknis di lapangan.

“Jadi kemungkinan di akhir tahun baru mulai proses pelaksanaan,” pungkasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news