Polisi Periksa Nakhoda dan 9 ABK KM Nurul Salsa yang Tenggelam

4 hours ago 1

Polisi Periksa Nakhoda dan 9 ABK KM Nurul Salsa yang Tenggelam

Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari. /Istimewa.

Harianjogja.com, MAKASSAR—Kepolisian mulai mengusut penyebab tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sejumlah kru kapal, termasuk nakhoda dan sembilan anak buah kapal (ABK), telah menjalani pemeriksaan sebagai bagian dari proses penyelidikan, sementara operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus berlangsung.

Langkah penyelidikan dilakukan bersamaan dengan upaya kemanusiaan yang melibatkan tim SAR gabungan untuk mencari korban yang masih hilang.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan pemeriksaan terhadap kru kapal dilakukan guna mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif.

"Saat ini kami telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan ABK (anak buah kapal)," kata Didid saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu.

Polisi Dalami Penyebab Kapal Tenggelam

Didid menjelaskan pemeriksaan intensif dilakukan terhadap nakhoda dan sembilan ABK oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Pasimasunggu bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polres Kepulauan Selayar, serta personel Satuan Reskrim dan Satuan Polairud Polda Sulawesi Selatan.

Menurutnya, proses tersebut bertujuan mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa.

"Pemeriksaan ini adalah bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas," paparnya.

Data Penumpang Juga Diverifikasi

Selain memeriksa kru kapal, kepolisian juga melakukan pendataan ulang terhadap jumlah penumpang yang berada di atas kapal saat kejadian.

Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data manifes, laporan dari keluarga korban, serta identitas penumpang yang telah ditemukan maupun yang masih dalam proses pencarian.

Didid menegaskan penanganan musibah KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni mendukung operasi SAR dan menjalankan penyelidikan penyebab kecelakaan.

“Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Didid menegaskan.

Korban Selamat Bertambah Menjadi 57 Orang

Operasi pencarian korban masih melibatkan Basarnas, TNI AL, Sat Polairud, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat.

Awalnya, dari total 78 orang di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 penumpang dinyatakan hilang.

Namun, pada hari keempat pencarian, lima penumpang kembali ditemukan selamat oleh KMN Sinar Matoanging 04.

Kelima korban ditemukan mengapung di laut dengan bertahan hidup sambil berpegangan pada rompong atau rumah ikan milik nelayan.

Dengan perkembangan tersebut, jumlah korban selamat meningkat menjadi 57 orang, sedangkan 20 penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kapal Tenggelam Setelah Alami Gangguan Mesin

Sebelumnya, KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 orang.

Dalam perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin saat berada di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Benteng Selayar, sebelum akhirnya tenggelam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news