Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta. ANTARA - Fathur Rochman
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengelola Investasi Danantara berkoordinasi secara ketat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah dalam pembangunan hunian bagi korban banjir bandang dan longsor agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis. Presiden menegaskan pembangunan hunian oleh Danantara harus selaras dengan hunian sementara yang dibangun BNPB maupun hunian tetap oleh kementerian dan lembaga lainnya.
“Saya minta Danantara koordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah, dengan gubernur dan bupati masing-masing supaya tidak tumpang tindih. Harus jelas siapa membangun di titik mana,” ujar Prabowo kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Presiden menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melakukan penilaian dan pemetaan wilayah terdampak bencana. Hasil pemetaan tersebut, menurutnya, harus menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan hunian agar pemanfaatan sumber daya lebih efektif.
“Gubernur dan bupati menilai mana yang paling mendesak. Koordinasi dengan BNPB harus dilakukan supaya resource kita benar-benar bermanfaat dan tidak mubazir,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengapresiasi langkah cepat Danantara yang telah membangun 600 unit hunian dalam waktu singkat untuk para pengungsi. Secara keseluruhan, Danantara menargetkan pembangunan 15.000 rumah pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat terbatas berlangsung di kawasan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang. Presiden sempat meninjau langsung area hunian serta menyapa para pekerja di lokasi pembangunan.
Rumah Hunian Danantara yang dibangun oleh sejumlah BUMN sektor konstruksi dilengkapi fasilitas dasar seperti jaringan WiFi, listrik, dapur umum, area bermain anak, kamar mandi dan sarana MCK, serta sistem drainase. Di Aceh Tamiang, hunian tersebut berdiri di atas lahan yang dikelola PTPN.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan ratusan hunian yang telah selesai dibangun akan segera diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk digunakan menampung pengungsi sebelum mereka menempati hunian tetap.
Rapat terbatas tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta jajaran direksi BUMN yang terlibat dalam pembangunan hunian pengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

8 hours ago
4
















































