Prajurit Kraton Solo Kesurupan Saat Tradisi Padusan di Umbul Pengging

4 hours ago 1

Prajurit Kraton Solo Kesurupan Saat Tradisi Padusan di Umbul Pengging Seorang prajurit Kraton Solo kesurupan saat berlangsungnya tradisi padusan di Umbul Ngabean Pengging, kompleks Umbul Tirtomarto, Banyudono, Boyolali, Kamis (27/2/2025). Ia tiba-tiba tumbang seusaiMas dan Mbak Boyolali masuk ke Umbul Ngabeyan dan membentuk lingkaran. Solopos - Ni'matul Faizah

Harianjogja, BOYOLALI—Seorang prajurit Kraton Solo kesurupan saat berlangsungnya tradisi padusan di Umbul Ngabean Pengging, kompleks Umbul Tirtomarto, Banyudono, Boyolali, Kamis (27/2/2025). Ia tiba-tiba tumbang seusai Mas dan Mbak Boyolali masuk ke Umbul Ngabeyan dan membentuk lingkaran.

Saat itu, gending turi putih juga baru diputar. Para prajurit pakasa lain kemudian memegangnya, dan beberapa orang lainnya berkumpul untuk membantu. Pria yang diduga kesurupan tersebut berasal dari Pedut, Wonodoyo, Cepogo, Boyolali, bernama Jumali. Hal tersebut disampaikan oleh prajurit lain yang berdiri di dekat Jumali, Hari Harsono.

Ia menjelaskan dari cerita Jumali, ada tata cara yang kurang benar dalam siraman. Harsono mengatakan yang dimaksud kurang benar yaitu ketika pria dan wanita sempat bersentuhan sebelum siraman.

BACA JUGA : Penanganan Kesurupan Ternyata Bisa Jadi Bisnis Menggiurkan, Keuntungan Capai 2000 Persen

“Efeknya ke anggota prajurit ini, jadi kesurupan. Ada makhluk di situ enggak terima karena ada kesalahan, karena laki-laki dan perempuan dedemokan [bersentuhan],efeknya ke anggota. Kalau [bersentuhan] setelah siraman, enggak apa-apa," kata Harsono.

Harsono melihat posisi Jumali berdiri sudah sedikit miring saat siraman dimulai. Kemudian puncaknya, Jumali tumbang saat kesepuluh Mas Mbak Boyolali masuk ke umbul. Saat kesurupan, umali sempat mengingatkan jangan sampai pria dan wanita bersentuhan sebelum padusan.

Hari mengatakan Jumali siuman setelah dibacakan doa-doa dan diberi sampur putih yang dipakai salah satu penari. Jumali yang berbaring kemudian diselimuti sampur tersebut langsung sadar. "Ini [Jumali] enggak kami bawa ke rumah sakit karena sudah sehat, ini langsung pulang. Cuma orangnya capai, jadi langsung pulang," kata dia.

Pawang reog, Sriyanto, menduga makhluk halus tersebut bukan penjaga di sana. Sriyanto mengatakan saat menangani Jumali yang diduga kerasukan, ia membacakan doa-doa. Sriyanto meyakini Jumali saat itu dalam pikiran kosong dan melamun sambil melihat pohon besar yang ada di Umbul Ngabean, sehingga terjadilah kerasukan.

BACA JUGA : Gegara Main Sesajen, Begini Kronologi Belasan Siswa Asal Sleman Kesurupan di Bali

Ia memperkirakan makhluk yang merasuki bukan dari area tersebut tetapi mengikuti Jumali sejak awal. "Saya yakin [makhluk] di sini baik, jadi sepertinya bukan dari sini. Soalnya dia [makhluk halus] tadi nyalahkan orang yang padusan," kata dia.

Fenomena kesurupan di Umbul Pengging saat padusan bukan hal yang baru. Namun, biasanya hanya penonton dan bukan prajurit keraton. Sriyanto yang juga warga Pedut mengatakan Jumali sendiri baru kali pertama bertugas di Umbul Pengging.

“Tadi saya bakarkan kemenyan, tadi sempat minta nasi putih tapi enggak saya kasih karena tidak ada. Terus diganti dengan barang lain,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news