Foto ilustrasi demonstrasi. / Freepik
Harianjogja.com, ISTANBUL—Gelombang protes anti-pemerintah di Iran mendorong sejumlah negara Eropa, termasuk Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol, mengimbau warganya segera meninggalkan negara tersebut demi keselamatan.
Pemerintah Italia mengungkapkan sekitar 600 warganya masih berada di Iran, mayoritas menetap di Teheran. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Italia menegaskan kembali imbauan agar seluruh warga negara Italia yang berada di Iran segera meninggalkan negara itu.
Langkah serupa ditempuh Polandia. Melalui platform X, Kementerian Luar Negeri Polandia meminta warganya menunda seluruh rencana perjalanan ke Iran dan menyarankan mereka yang sudah berada di sana untuk segera pulang.
Jerman juga mengeluarkan peringatan perjalanan. Pemerintah Berlin mendesak warganya agar tidak bepergian ke Iran serta meminta mereka yang masih berada di negara tersebut segera meninggalkan wilayah Iran. Kedutaan Besar Jerman di Teheran menekankan adanya “risiko penangkapan sewenang-wenang” di tengah situasi yang memburuk.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan kondisi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya berada dalam situasi yang sangat tidak stabil. Warga Spanyol yang berada di Iran diminta segera keluar melalui sarana transportasi yang masih tersedia.
Iran sendiri terus diguncang gelombang demonstrasi sejak 28 Desember. Aksi protes dipicu oleh anjloknya nilai tukar mata uang rial yang berdampak pada memburuknya kondisi ekonomi. Dalam waktu singkat, demonstrasi meluas ke berbagai kota, memperbesar kekhawatiran negara-negara asing terhadap keselamatan warganya di wilayah tersebut.
Dengan eskalasi situasi yang belum mereda, negara-negara Eropa menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Imbauan meninggalkan Iran dipertegas sebagai langkah pencegahan atas risiko keamanan yang kian meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

3 days ago
9
















































