Newswire Senin, 07 September 2026 12:07 WIB
Harianjogja.com, JAKARTA—Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap datang tanpa disadari. Seseorang bisa tetap merasa sehat dan menjalankan aktivitas seperti biasa, meski tekanan darahnya perlahan meningkat.
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ vital, salah satunya serangan jantung. Selain faktor genetik dan kondisi kesehatan, gaya hidup juga memiliki peran besar terhadap peningkatan tekanan darah.
Dilansir dari Mayo Clinic, tekanan darah normal pada orang dewasa berada di kisaran 120/80 mm Hg. Tekanan darah tinggi sering kali tidak terdeteksi dan baru terasa ketika kondisinya semakin parah.
Karena itu, beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele perlu mulai diperhatikan.
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam
Konsumsi garam secara berlebihan dapat menyebabkan penumpukan natrium di dalam tubuh yang kemudian berkontribusi terhadap hipertensi.
Peningkatan natrium dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Kondisi tersebut membuat jantung harus memompa darah lebih kuat sehingga tekanan darah turut meningkat.
Sumber natrium juga tidak hanya berasal dari garam dapur. Makanan olahan, snack kemasan, mi instan, makanan cepat saji, hingga bumbu masakan juga dapat mengandung natrium.
2. Terlalu Lama Duduk
Menghabiskan sebagian besar waktu dalam posisi duduk, misalnya ketika bekerja di kantor, mungkin terlihat sebagai kebiasaan biasa.
Namun, tubuh yang jarang bergerak dapat berdampak terhadap kesehatan. Dilansir dari National Institutes of Health, duduk terlalu lama dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara.
Kurangnya aktivitas fisik dalam waktu lama juga dapat memengaruhi berat badan, metabolisme, dan kesehatan pembuluh darah.
3. Memiliki Kualitas Tidur yang Buruk
Waktu tidur terkadang dikorbankan untuk menyelesaikan pekerjaan atau sekadar melakukan doom scrolling di media sosial hingga larut malam.
Padahal, kurang tidur dapat mengganggu mekanisme tubuh dan tekanan darah. Menurut U.S. Center for Disease Control and Prevention, tekanan darah dapat menurun ketika seseorang tidur dalam kondisi normal.
Jika waktu tidur tidak tercukupi, tekanan darah dapat tetap berada pada tingkat yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama. Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu risiko utama penyakit jantung dan stroke.
4. Terlalu Banyak Makanan Olahan dan Gula
Makanan yang melalui banyak proses pengolahan kemungkinan mengandung berbagai zat aditif yang tidak baik jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Mi instan, makanan beku siap saji, serta berbagai makanan dan minuman kemasan pabrik dapat mengandung banyak natrium, gula, dan lemak.
Konsumsi berlebihan dapat berimplikasi pada kenaikan berat badan dan gangguan pembuluh darah, seperti hipertensi.
5. Gegabah Mengonsumsi Obat Bebas
Obat-obatan yang dapat dibeli di apotek tanpa resep juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis obat atau suplemen dengan kandungan tertentu dapat memengaruhi tekanan darah.
Pada orang dengan riwayat hipertensi, konsumsi obat atau suplemen tertentu dapat menyebabkan tekanan darah melonjak.
Karena itu, tekanan darah sebaiknya diperiksa secara berkala. Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga dianjurkan sebelum mengonsumsi obat atau suplemen secara rutin.
Jangan Abaikan Kebiasaan Sehari-hari
Hipertensi tidak selalu berkaitan dengan satu jenis makanan. Kebiasaan yang dilakukan berulang dalam jangka panjang juga dapat berperan terhadap kondisi tekanan darah.
Mulai memperhatikan konsumsi garam, aktivitas fisik, kualitas tidur, pola makan, serta penggunaan obat dan suplemen menjadi bagian penting dalam menjaga tekanan darah tetap terpantau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
3
















































