Siapa Joanna Wietrzyk? Juara HYROX Beijing yang Viral Gegara Cepirit di Arena

4 hours ago 4

Jumali

Jumali Selasa, 15 September 2026 09:47 WIB

Siapa Joanna Wietrzyk? Juara HYROX Beijing yang Viral Gegara Cepirit di Arena

Joanna Wietrzyk/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Joanna Wietrzyk menjadi sorotan setelah memenangi nomor HYROX Pro Women di Beijing meski mengalami insiden buang air besar tanpa sengaja (cepirit) saat perlombaan berlangsung.

Atlet Australia itu tetap menyelesaikan pertandingan dan mencatat waktu 1 menit 1 detik 23, tetapi keputusan untuk melanjutkan lomba memicu perdebatan mengenai kesehatan dan keselamatan peserta.

Insiden tersebut kemudian mendapat perhatian luas di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan mengapa perlombaan tetap dilanjutkan dalam kondisi tersebut, sementara HYROX melalui pendirinya, Moritz Fürste, mengakui organisasi gagal menangani situasi dengan semestinya dan menyatakan akan melakukan perubahan prosedur.

Di luar kontroversi tersebut, Wietrzyk sebenarnya bukan nama baru di arena HYROX. Atlet Australia itu telah membangun reputasi sebagai salah satu pesaing terkemuka di cabang olahraga yang menggabungkan lari dengan berbagai latihan fungsional tersebut.

Dari tenis dan netball ke HYROX

Sebelum berkarier di HYROX, Wietrzyk memiliki pengalaman dalam olahraga lain. Ia merupakan mantan pemain tenis tingkat nasional dan juga pernah menekuni netball. Perjalanannya menuju HYROX bermula ketika bekerja sebagai pelatih F45 di Melbourne.

Peralihan tersebut kemudian membawa perkembangan yang cepat. Dalam beberapa bulan setelah memasuki HYROX, Wietrzyk mampu mencatat waktu di bawah 61 menit pada kategori Pro Women di Brisbane pada 2024. Penampilan itu menjadi salah satu hasil yang membuat namanya mulai diperhitungkan di level internasional.

Amazfit menyebut catatan tersebut terjadi pada penampilan profesional ketiganya dan menempatkan Wietrzyk di antara empat waktu terbaik dunia saat itu. Ia kemudian meraih kemenangan di sejumlah ajang HYROX besar di Australia, termasuk Melbourne, Sydney, dan Brisbane.

Perkembangan tersebut berlanjut ke panggung dunia. Pada HYROX World Championships 2025, Wietrzyk finis di posisi kedua nomor solo. Hasil tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet yang patut diperhitungkan dalam kompetisi HYROX internasional. **

Perempuan Australia pertama di Elite 15

Salah satu pencapaian penting Wietrzyk adalah menjadi perempuan Australia pertama yang lolos ke HYROX Elite 15 Series. Status tersebut menempatkannya dalam kelompok atlet elite yang bersaing di level tertinggi HYROX.

Performa Wietrzyk juga terus meningkat setelah musim 2025. Data hasil kompetisi HYROX menunjukkan ia memenangi Warsaw Major 2026 dengan waktu 54 menit 25 detik dan mencatat rekor dunia nomor Women’s Solo Pro pada ajang tersebut. Ia juga memenangi Phoenix Major 2026 dengan waktu 56 menit 3 detik.

Pada HYROX World Championships 2026 di Stockholm, Wietrzyk kembali berada di jajaran elite dengan finis kedua nomor individu dalam waktu 57 menit 14 detik. Catatan tersebut menunjukkan bahwa performanya tidak hanya muncul dalam satu musim kompetisi.

Di Beijing, Wietrzyk kemudian kembali menjadi pemenang nomor Pro Women. Hasil resmi yang dihimpun dari data kompetisi mencatat waktunya 1:01:23 dan menempatkannya di posisi pertama.

Latihan dipantau dengan teknologi

Dalam persiapannya sebagai atlet HYROX, Wietrzyk juga menggunakan teknologi untuk memantau latihan dan pemulihan. Ia bekerja sama dengan Amazfit dan menggunakan Amazfit T-Rex 3 untuk mencatat metrik performa, persiapan perlombaan, serta kondisi pemulihan setelah latihan atau pertandingan.

Dalam pernyataannya yang dimuat Amazfit, Wietrzyk mengatakan fokusnya setelah musim pertama di HYROX adalah mempertahankan momentum dan meningkatkan performa. Ia juga menyebut dukungan teknologi membantunya menjaga konsistensi latihan, memantau metrik ketika menjalani sesi intensif, serta memperhatikan pemulihan setelah perlombaan.

Penggunaan perangkat tersebut menjadi bagian dari pendekatan latihan Wietrzyk ketika menghadapi kalender kompetisi yang padat. Profil Amazfit menyebut perangkat itu digunakan untuk memantau persiapan perlombaan, performa, dan pemulihan.

HYROX evaluasi prosedur setelah insiden Beijing

Kemenangan Wietrzyk di Beijing akhirnya tidak hanya menjadi catatan hasil pertandingan. Insiden yang terjadi di tengah perlombaan membuat penyelenggara mendapat sorotan karena peserta lain juga menggunakan lintasan dan peralatan yang sama. Kekhawatiran mengenai kebersihan dan keselamatan menjadi bagian dari perdebatan setelah video kejadian beredar.

HYROX kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kegagalan dalam menangani situasi tersebut. Fürste mengatakan organisasi perlu memperjelas prosedur untuk menghadapi kondisi semacam itu dan menyatakan aturan serta proses operasional akan ditinjau.

Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa kritik terhadap penanganan insiden dapat dipahami, tetapi mengecam ancaman atau pelecehan yang ditujukan kepada Wietrzyk di media sosial. Evaluasi terhadap prosedur HYROX menjadi bagian dari tindak lanjut setelah kejadian di Beijing.

Dengan demikian, perhatian terhadap Wietrzyk kini datang dari dua sisi. Kemenangan di Beijing menambah daftar prestasinya di HYROX, sementara insiden selama perlombaan membuat prosedur keselamatan dan penanganan peserta menjadi perhatian baru dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news