SPMB Jatim 2026 Dibuka, Disdik Siapkan 1,49 Juta PIN untuk Siswa Baru

4 hours ago 3

SPMB Jatim 2026 Dibuka, Disdik Siapkan 1,49 Juta PIN untuk Siswa Baru

Foto ilustrasi SPMB jenjang SMP dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, SURABAYA— Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur menyiapkan sebanyak 1.495.200 Personal Identification Number (PIN) untuk mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Jumlah tersebut disiapkan guna mengakomodasi seluruh calon murid baru yang akan mengikuti proses pendaftaran di berbagai sekolah di Jawa Timur.

Memasuki hari kelima pelaksanaan pengajuan PIN, Disdik Jatim mencatat proses berjalan lancar tanpa laporan antrean panjang di sekolah-sekolah. Bahkan, hingga Senin (1/6/2026), puluhan ribu calon peserta didik telah berhasil memperoleh PIN sebagai syarat mengikuti tahapan SPMB.

"Alhamdulillah, pengambilan PIN lancar hingga hari ini, tidak ada laporan antrean dari sekolah se-Jawa Timur. Saya memprediksi mulai besok akan ramai yang mengajukan," kata Kepala Disdik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, di Surabaya, Senin.

Aries menjelaskan, hingga saat ini terdapat 117.323 pengajuan PIN yang masuk untuk proses verifikasi dan validasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90.963 siswa telah mendapatkan PIN dan siap melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam proses SPMB 2026.

Menurutnya, lonjakan pengajuan diperkirakan mulai terjadi pada Selasa (2/6/2026) setelah sekolah asal menerbitkan Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi para siswa.

Perhatikan Ketentuan KK dan Surat Domisili

Selain memastikan ketersediaan PIN dalam jumlah besar, Disdik Jatim juga mengingatkan masyarakat agar memahami ketentuan penggunaan dokumen kependudukan saat melakukan pengajuan PIN.

Aries menerangkan terdapat empat kategori dokumen yang dapat digunakan, yakni Kartu Keluarga (KK) murni, Surat Keterangan Domisili (SKD) karena bencana alam atau sosial, SKD pondok pesantren atau yayasan, serta SKD mutasi.

Ia mengingatkan agar calon peserta didik dan operator sekolah berhati-hati saat memilih kategori dokumen yang digunakan dalam sistem.

"Kalau mengklik SKD mutasi, maka siswa hanya bisa daftar di jalur mutasi saja, tidak bisa mengikuti jalur SPMB lainnya. Karena itu operator sekolah diminta memastikan kembali kebenarannya kepada siswa," ujarnya.

Menurut Aries, jalur mutasi diperuntukkan bagi anak Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun pekerja swasta berbadan hukum. Jalur tersebut memiliki kuota sebesar tiga persen dari total daya tampung yang tersedia.

DPRD Nilai Pelaksanaan Lebih Tertata

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menilai pelaksanaan pengambilan PIN pada SPMB 2026 berlangsung lebih tertib dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut sistem yang diterapkan saat ini mampu mengurangi potensi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah karena sebagian besar proses dilakukan secara daring.

"Semuanya on the track. Tidak ada antrean panjang. Yang masih manual itu hanya validasi dan verifikasi berkas oleh operator sekolah," katanya.

Sri Untari menambahkan, penambahan jumlah operator di sejumlah sekolah turut membantu mempercepat proses verifikasi dan validasi dokumen. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menjaga kelancaran layanan sehingga pengajuan PIN SPMB 2026 dapat berjalan lebih cepat seiring meningkatnya jumlah siswa yang mulai mengurus persyaratan setelah menerima Surat Keterangan Lulus dari sekolah asal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news