
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Daerah Istimewa Jogja (DIY) pada Minggu (31/5/2026) didominasi kondisi berawan di hampir seluruh wilayah. Meski tidak ada potensi hujan signifikan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga sore hari.
Secara umum, suhu udara di DIY berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat udara terasa hangat hingga gerah, terutama saat aktivitas luar ruangan meningkat.
Cuaca DIY Didominasi Awan, Ini Rinciannya
Wilayah Kulon Progo diprakirakan berawan dengan suhu 22–31 derajat Celsius dan kelembapan 73–88%. Kondisi ini tergolong stabil dan relatif aman untuk aktivitas harian, termasuk di kawasan Bandara YIA hingga Perbukitan Menoreh.
Di Bantul, cuaca juga cenderung berawan dengan suhu sedikit lebih variatif, yakni 21–31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di wilayah ini cukup tinggi, mencapai 65–92%, sehingga udara bisa terasa lebih lembap, terutama di kawasan pesisir seperti Pantai Parangtritis.
Sementara itu, Gunungkidul diprediksi mengalami cuaca serupa, yakni berawan sepanjang hari. Suhu berada di kisaran 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan 65–87%. Kondisi ini masih cukup mendukung aktivitas wisata, meskipun wisatawan tetap disarankan memantau perkembangan cuaca.
Berbeda dengan wilayah lain, Sleman diprakirakan mengalami kondisi udara kabur. Suhu di wilayah utara DIY ini berkisar 22–30 derajat Celsius dengan kelembapan 69–85%. Fenomena udara kabur biasanya terjadi akibat partikel halus di udara atau kelembapan tinggi yang menurunkan jarak pandang, terutama di pagi hari.
Adapun Kota Jogja diprediksi tetap berawan dengan suhu 22–31 derajat Celsius dan kelembapan 68–89%. Aktivitas di pusat kota seperti Malioboro dan kawasan Keraton Jogja diperkirakan tetap berjalan normal meski cuaca cenderung hangat.
Imbauan BMKG untuk Warga Jogja
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas, terutama bagi yang memiliki mobilitas tinggi di luar ruangan. Meski didominasi awan, perubahan cuaca masih berpotensi terjadi secara lokal.
Warga juga disarankan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit di tengah suhu hangat dan kelembapan tinggi. Penggunaan pelindung seperti topi atau payung tetap dianjurkan untuk mengantisipasi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Selain itu, pengendara diimbau lebih berhati-hati, khususnya di wilayah yang mengalami udara kabur seperti Sleman, karena jarak pandang dapat menurun pada waktu tertentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
1

















































