Viral Pemindahan Gajah Deo dan Sinta dari Jogja ke Kalimantan

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA— Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memberikan penjelasan terkait translokasi dua gajah, Deo dan Sinta, dari Gembira Loka Zoo Jogja menuju Tabang Zoo, Kalimantan Timur. Pemindahan kedua satwa tersebut menjadi sorotan setelah foto dan video proses perjalanan mereka viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Deo dan Sinta terlihat diangkut menggunakan truk berwarna merah. Proses pemindahan yang sempat disebut dilakukan secara diam-diam itu kemudian mendapat protes dari sejumlah aktivis lingkungan yang mempertanyakan mekanisme translokasi, termasuk perjalanan melalui jalur darat dan laut yang menempuh jarak ribuan kilometer.

Kemenhut menjelaskan Deo dan Sinta sebenarnya bukan gajah yang berasal dari Gembira Loka Zoo. Keduanya berasal dari Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dan telah dititiprawatkan di Gembira Loka Zoo sejak 30 September 2024 melalui koordinasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dan BKSDA DIY.

Selama hampir dua tahun berada di Jogja, Deo dan Sinta mendapat perawatan tim medis serta mahout atau pawang gajah Gembira Loka Zoo. Tim juga melakukan pemantauan untuk memahami karakter fisik dan perilaku kedua satwa tersebut.

Namun, Kemenhut menyebut penyesuaian kapasitas fasilitas di Gembira Loka Zoo diperlukan untuk memastikan standar kesejahteraan satwa (animal welfare) tetap terpenuhi.

Translokasi Gajah Deo dan Sinta Direncanakan

Atas pertimbangan tersebut, BKSDA DIY menyerahterimakan Deo dan Sinta kepada BKSDA Kalimantan Timur untuk selanjutnya dititiprawatkan di Tabang Zoo.

Kemenhut menegaskan translokasi tersebut bukan sekadar pemindahan satwa dari satu lokasi ke lokasi lain. Prosesnya disebut telah melalui perencanaan dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang gerak, perawatan, lingkungan, hingga kesiapan fasilitas di lokasi tujuan.

"Seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan, mulai dari verifikasi kesiapan fasilitas dan personel, pemeriksaan kesehatan, kelengkapan perizinan, penyusunan prosedur pengangkutan, hingga pengawasan perjalanan dan evaluasi pascatranslokasi," tulis Kemenhut dalam keterangan resminya.

Sebelum diberangkatkan, Deo dan Sinta juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Keduanya dinyatakan dalam kondisi prima dan siap menjalani perjalanan menuju Kalimantan Timur.

Gajah Didampingi Dokter Hewan dan Mahout

Perjalanan ribuan kilometer menuju Tabang Zoo dilakukan dengan pendampingan khusus. Dokter hewan, mahout, dan pakar gajah senior turut mendampingi kedua satwa tersebut.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan kebutuhan pakan dan air tetap terpenuhi sekaligus memantau kondisi kesehatan Deo dan Sinta. Tim juga berupaya meminimalkan tingkat stres selama perjalanan.

Setibanya di Tabang Zoo, pengawasan terhadap kedua gajah tersebut tetap dilanjutkan. BKSDA Kalimantan Timur akan memantau proses karantina, adaptasi, dan kondisi kesehatan Deo serta Sinta secara berkala.

Gembira Loka Pastikan Pemindahan Berizin

Manajemen Gembira Loka Zoo turut memberikan penjelasan mengenai proses pemindahan Deo dan Sinta. Pihak kebun binatang menyatakan translokasi telah melalui perencanaan, koordinasi, serta mengantongi izin resmi dari Departemen Kehutanan.

Menurut manajemen, pemindahan dilakukan sebagai bagian dari tata kelola populasi satwa dan kerja sama antarlembaga konservasi. Berbagai aspek juga dipertimbangkan untuk memastikan kebutuhan dasar serta kesejahteraan kedua gajah tetap terpenuhi.

"Sebelum perjalanan, Deo dan Sinta telah dipersiapkan secara bertahap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kesiapan kontainer perjalanan, hingga kesiapan tim medis dan pengawal yang mendampingi selama proses translokasi," tulis pernyataan resmi Gembira Loka Zoo di kolom komentar akun Instagram.

Manajemen menjelaskan rute perjalanan juga telah dirancang dengan sejumlah titik pemberhentian dan pemeriksaan berkala. Di titik tersebut, kondisi gajah dipantau, termasuk pemberian pakan dan air, pembersihan kendaraan, serta pemberian waktu istirahat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi stres yang dialami Deo dan Sinta selama perjalanan panjang.

Tabang Zoo Dipilih Melalui Evaluasi

Penunjukan Tabang Zoo sebagai lokasi baru Deo dan Sinta juga disebut telah melalui proses evaluasi. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan antara lain kapasitas pengelola, kelayakan fasilitas, ketersediaan sumber daya, serta komitmen terhadap kesejahteraan satwa.

Gembira Loka Zoo menegaskan pemindahan tersebut bukan sekadar pengiriman fisik satwa. Keselamatan dan kesehatan Deo serta Sinta menjadi prioritas dalam setiap tahapan translokasi.

"Bagi kami, translokasi bukan sekadar memindahkan satwa dari satu tempat ke tempat lain, tetapi merupakan proses yang dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab," tegas manajemen.

Pihak Gembira Loka Zoo juga mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap kondisi Deo dan Sinta. Kepedulian tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong upaya konservasi dan perlindungan satwa di Indonesia.

Aktivis Soroti Pemindahan Gajah

Sebelumnya, proses pemindahan Deo dan Sinta mendapat perhatian dari sejumlah aktivis lingkungan. Mereka memprotes translokasi yang dinilai dilakukan tanpa pemberitahuan secara terbuka kepada publik.

Sorotan semakin ramai setelah foto dan video Deo serta Sinta beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, kedua gajah terlihat berada di atas truk berwarna merah dalam perjalanan menuju lokasi baru.

Viralnya dokumentasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan masyarakat mengenai alasan pemindahan, kondisi gajah selama perjalanan, hingga prosedur yang digunakan.

Di tengah sorotan tersebut, Kemenhut dan manajemen Gembira Loka Zoo memastikan proses translokasi dilakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, perizinan, kesiapan fasilitas, serta kesejahteraan Deo dan Sinta.

Dengan pengawasan yang berlanjut di Tabang Zoo, kondisi kedua gajah selanjutnya akan dipantau melalui masa karantina, adaptasi, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news