Newswire Kamis, 10 September 2026 13:47 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan ke redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Kamis (11/12/2025)./Bisnis Indonesia-Himawan L.Nugraha\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendorong inovasi yang dikembangkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak berhenti pada tahap riset. Menurutnya, berbagai teknologi yang dihasilkan mahasiswa perlu terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat menerima audiensi lima tim mahasiswa dan dosen ITB di Istana Wapres pada Rabu (9/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wapres mengapresiasi sejumlah inovasi mahasiswa yang dinilai memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor.
Dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB Augie Widyotriatmo yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan Wapres memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dipresentasikan para mahasiswa.
"Mahasiswa-mahasiswa di sini memberikan paparan terkait dengan inovasi yang telah dikembangkan di Institut Teknologi Bandung, dan Pak Wapres sangat mengapresiasi inovasi yang sudah dikembangkan," ujar Augie.
Menurut Augie, Wapres juga meminta agar inovasi tersebut tidak berhenti dalam tahap penelitian dan pengembangan. Teknologi yang telah dibuat mahasiswa perlu terus disempurnakan hingga memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas.
"Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan dan Pak Wapres tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan," katanya.
Eaglesense Jadi Salah Satu Inovasi yang Disorot
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus Gibran adalah Eaglesense. Teknologi tersebut berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pemantauan lingkungan, termasuk mendeteksi perubahan kualitas udara akibat paparan asap.
Perubahan kualitas udara tersebut dapat menjadi salah satu indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Perwakilan Tim Eaglesense, Jhon Chritabel Fausta Silalahi, menjelaskan inovasi tersebut menggabungkan drone dan kitbox sensor yang dilengkapi sejumlah perangkat untuk mengukur kualitas udara.
Data yang diperoleh dari perangkat tersebut kemudian diproses dan dikirimkan secara langsung ke sistem basis data. Selanjutnya, informasi itu ditampilkan melalui dasbor pemantauan.
Penggunaan drone memungkinkan pengumpulan data kualitas udara dilakukan pada wilayah yang lebih luas sekaligus area yang sulit dijangkau. Sementara sistem sensor dan dasbor membantu memberikan gambaran kondisi kualitas udara secara lebih cepat.
Pengembangan lebih lanjut Eaglesense diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemantauan lingkungan. Teknologi tersebut juga berpotensi mendukung deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Empat Inovasi Mahasiswa ITB Lainnya
Selain Eaglesense, empat tim mahasiswa ITB turut mempresentasikan inovasi dari berbagai bidang keilmuan.
Tim Intv-ML mengembangkan teknologi berbasis machine learning untuk menentukan sumur minyak yang optimal dilakukan well intervention.
Sementara itu, Concorde Systems mengembangkan sistem manajemen terkomputerisasi yang digunakan untuk pemeliharaan aset dan peralatan berat.
Di bidang lainnya, SIGAP merupakan kendaraan darat tanpa awak yang dikembangkan sebagai platform modular untuk berbagai fungsi.
SIGAP dapat digunakan untuk pemeliharaan green space melalui modul pemotong rumput. Platform tersebut juga dapat dikembangkan menggunakan modul sprayer pupuk dan NPK sensor sebagai nilai tambah produk.
Adapun Noah AI dikembangkan untuk memprediksi dan memitigasi bencana banjir.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan pengembangan teknologi mahasiswa mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari pemantauan lingkungan, sektor minyak, pemeliharaan peralatan, pengelolaan ruang hijau, hingga mitigasi bencana.
Dengan pengembangan lebih lanjut dan konektivitas dengan dunia industri, teknologi seperti Eaglesense diharapkan semakin matang dan dapat memberikan kontribusi nyata.
Pemanfaatan tersebut terutama diarahkan untuk mendukung pemantauan kualitas udara sekaligus memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































