Harianjogja.com, BANTUL—Warga Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, kembali mendesak pemerintah segera memperbaiki talut Sungai Celeng yang jebol sejak akhir 2025. Kerusakan tersebut dinilai mengancam permukiman karena membuka peluang banjir masuk ke rumah warga saat debit sungai meningkat.
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, menjelaskan talut di sisi timur Sungai Celeng itu terdampak banjir dan longsor pada penghujung tahun lalu. Lokasinya berada di utara Polsek Imogiri dan merupakan satu rangkaian dengan talut lain yang sebelumnya sudah diperbaiki pemerintah.
“Talut dekat Polsek Imogiri sudah ditangani tahun lalu. Tetapi di bagian utaranya masih ada yang jebol dan sampai sekarang belum tersentuh penanganan,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Susilo menyebut panjang kerusakan mencapai sekitar 30 meter, dengan tinggi talut 3–4 meter. Jika hujan deras turun dan debit sungai naik, air bisa langsung meluap ke area permukiman.
“Kalau kondisi hujan ekstrem, air bisa masuk ke rumah warga. Itu yang paling kami khawatirkan,” katanya.
Ia menuturkan hingga kini belum ada penanganan darurat karena struktur talut cukup tinggi dan membutuhkan pengerjaan khusus. Pihak kalurahan bersama warga sudah melayangkan surat kepada instansi terkait agar dilakukan survei lapangan dan penanganan segera.
“Kami sudah bersurat ke Komisi C DPRD DIY, ditembuskan ke DPUP-ESDM dan BBWS Serayu Opak. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti. DPRD DIY kemarin juga sudah meninjau langsung,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Amir Syarifudin, mengakui kondisi Sungai Celeng memerlukan perhatian khusus karena karakter alirannya tidak stabil. Menurutnya, kerusakan talut berdampak langsung pada keselamatan warga dan fasilitas umum di sekitarnya.
“Ini penting untuk segera ditangani karena menyangkut kebencanaan dan keselamatan warga,” ujar Amir.
Berdasarkan informasi awal, talut yang perlu direhabilitasi diperkirakan mencapai sekitar 50 meter dengan ketinggian yang masih membutuhkan kajian teknis lanjutan. Selain melindungi warga, lokasi tersebut juga berada di kawasan strategis dekat kompleks Makam Raja-raja Imogiri.
“Komisi C akan berkoordinasi dengan DPUP-ESDM DIY dan BBWSSO untuk evaluasi dan menentukan langkah yang paling tepat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































