Harianjogja.com, JOGJA–xAI menambah gedung ketiga Colossus di Memphis. Proyek Elon Musk ini ditargetkan menjadi pusat data AI terbesar dunia.
Fasilitas utama yang dikenal dengan nama "Colossus" saat ini telah mengoperasikan satu gedung pusat data berskala besar. Sementara itu, pembangunan "Colossus 2" tengah berlangsung di lokasi yang berdekatan.
Melalui unggahan di platform X, Elon Musk mengungkapkan bahwa akuisisi gedung ketiga yang berlokasi di dekat Southaven, Mississippi, akan menjadi fase perluasan berikutnya. Gedung baru ini diproyeksikan menampung ribuan server tambahan, yang akan mendongkrak total kapasitas komputasi lokasi tersebut hingga mendekati 2 gigawatt.
Sebagai informasi, Musk mendirikan xAI pada 2023 sebagai penantang serius bagi OpenAI. Musk menyatakan bahwa xAI bertujuan membangun "sistem AI yang transparan, aman, dan bermanfaat bagi umat manusia," sebuah visi yang ia kontraskan dengan OpenAI yang kini dianggapnya terlalu berorientasi pada keuntungan.
Produk unggulan xAI adalah Grok, chatbot AI generatif yang terintegrasi penuh dengan platform X untuk menyajikan akses informasi secara real-time. Gudang yang baru diakuisisi di Southaven dijadwalkan mulai beroperasi sebagai pusat data pada awal tahun depan. Lokasi ini dinilai strategis karena berdekatan dengan pembangkit listrik tenaga gas alam yang sedang dibangun xAI guna menjamin stabilitas pasokan energi.
Meskipun ambisius, proyek pusat data seperti Colossus kerap menuai kritik terkait konsumsi daya dan air yang masif. Kapasitas 2 gigawatt tersebut diperkirakan setara dengan kebutuhan listrik tahunan 1,5 juta rumah di Amerika Serikat. Selain itu, fasilitas ini diprediksi memerlukan jutaan galon air per hari untuk sistem pendinginan server (cooling system).
Menanggapi isu lingkungan tersebut, xAI telah mengumumkan rencana pembangunan pusat pengolahan air limbah senilai US$80 juta pada Februari 2025. Fasilitas ini dirancang untuk mendaur ulang sekitar 13 juta galon air limbah per hari guna meminimalkan dampak ekologis di wilayah tersebut.
Elon Musk menargetkan Colossus menjadi pusat data pelatihan AI terbesar di dunia. Untuk mencapai target tersebut, Colossus 2 saja direncanakan menampung lebih dari 555.000 unit GPU (Graphics Processing Unit) dari Nvidia Corp.
Estimasi nilai pembelian perangkat keras tersebut mencapai US$18 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Angka fantastis ini belum termasuk biaya infrastruktur pendukung seperti server rack dan sistem pendingin mutakhir. Ekspansi ini menegaskan posisi xAI dalam persaingan infrastruktur AI global, yang memadukan skala komputasi masif dengan upaya mitigasi dampak lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

6 hours ago
6
















































