
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Kurniawan (paling kanan), berfoto bersama dengan mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 di Sasana Krida, Kantor Disdikpora DIY, Selasa (22/9)./ Harian Jogja - Anisatul Umah
YOGYAKARTA—Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Beasiswa yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) tersebut menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan mahasiswa berprestasi.
Kepala Balai Pemuda dan Olahraga, Dinas Dikpora DIY, Arfi Hidananto, menyampaikan Pemda DIY melalui Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Beasiswa berkomitmen memperluas akses dan kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat DIY.
Menurutnya, komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa. Dia berharap program ini dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang unggul serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Dia merinci empat perguruan tinggi yang menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026. Universitas Gunungkidul menerima beasiswa untuk 75 mahasiswa dengan nilai Rp675 juta. Kemudian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima 75 mahasiswa dengan total nilai Rp605,33 juta.
Selanjutnya, Universitas Widya Mataram menerima 50 mahasiswa dengan nilai Rp417,33 juta dan Politeknik ATK Yogyakarta menerima 10 mahasiswa dengan total nilai Rp25 juta.
"Program Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa tidak berhenti pada tahapan penyaluran dinas saja, tetapi perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi melalui laporan dari perguruan tinggi maupun dalam kunjungan lapangan," ujarnya dalam acara penyerahan Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 secara simbolis di Sasana Krida, Kantor Disdikpora DIY, Selasa (22/9/2026).
Dia berharap program tersebut dapat terus berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi, mengurangi kesenjangan, dan mendukung terwujudnya sumber daya manusia DIY yang unggul, mandiri, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Beasiswa Maksimal Delapan Semester
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Raden Suci Rohmadi, mengatakan proses seleksi beasiswa dilakukan bekerja sama dengan universitas mitra untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi.
Raden Suci mengatakan beasiswa tersebut diberikan selama maksimal delapan semester atau empat tahun. Jika mahasiswa belum menyelesaikan studi dalam jangka waktu tersebut, biaya pendidikan setelahnya menjadi tanggung jawab mahasiswa yang bersangkutan.
Dia berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik untuk menyelesaikan pendidikan. Setelah lulus, ilmu yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk mendapatkan ijazah, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jumlah Penerima Meningkat
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Kurniawan, mengatakan jumlah penerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah penerima belum mencapai 200 mahasiswa, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 210 mahasiswa.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik dan tepat waktu.
Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah masih berencana melanjutkan program beasiswa tersebut pada tahun depan. Bahkan, anggarannya diupayakan meningkat karena kebutuhan pembiayaan akan bertambah seiring masih adanya penerima yang belum menyelesaikan pendidikan. Namun, pembahasan Danais menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.
Rektor Universitas Gunungkidul, Sugiyanto, menyampaikan pemberian beasiswa tidak semata-mata bertujuan membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan yang diiringi tanggung jawab untuk berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
"Sehingga dengan dicukupi kebutuhan pendidikan tinggi, harapannya keberlanjutan DIY 10 tahun ke depan ada di tangan para mahasiswa," paparnya.
Salah satu penerima beasiswa, Eli Safitri Dwi Permadani, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Gunungkidul, mengatakan Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 sangat membantu masyarakat di Gunungkidul yang ingin kuliah, tetapi terkendala biaya.
Dia mengaku berasal dari keluarga kurang mampu sehingga bersyukur bisa mendapatkan beasiswa tersebut.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) UNY, Fadli Mafaza Daroini, mengatakan beasiswa tersebut dapat membantu atlet berprestasi seperti dirinya untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Beasiswa ini membuka jalan atlet berprestasi membantu untuk sukses di masa depan," ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

2 hours ago
1
















































