SpaceX Dapat Izin FCC untuk Starlink Mobile, Sasar Pasar Global

57 minutes ago 1

Newswire

Newswire Selasa, 22 September 2026 22:27 WIB

SpaceX Dapat Izin FCC untuk Starlink Mobile, Sasar Pasar Global

Ilustrasi Starlink.Starlink/SpaceX

Harianjogja.com, JAKARTA— SpaceX mendapat lampu hijau dari Federal Communications Commission (FCC) untuk menyediakan layanan telekomunikasi internasional. Izin tersebut menjadi bagian dari persiapan perusahaan memperluas Starlink Mobile, layanan Direct to Cell yang memungkinkan smartphone terhubung langsung dengan jaringan satelit.

Persetujuan FCC tersebut membuka ruang bagi SpaceX untuk menawarkan layanan telekomunikasi internasional di berbagai pasar tujuan tempat anak usaha Starlink beroperasi. Wilayah yang disasar mencakup Amerika Latin, Eropa, Asia, dan Afrika.

Layanan Starlink Direct to Cell memungkinkan koneksi internet Starlink terhubung langsung ke smartphone pengguna tanpa membutuhkan BTS atau menara telekomunikasi.

FCC Beri Izin untuk Starlink Mobile

FCC menyetujui permohonan SpaceX pada Kamis. Melalui otorisasi tersebut, SpaceX dapat menyediakan layanan telekomunikasi internasional di berbagai pasar tempat operasi Starlink tersedia.

Mengutip PCMag, Selasa (22/9/2026), permohonan SpaceX secara khusus menyebut otorisasi tersebut akan digunakan untuk mendukung penawaran layanan Starlink Mobile.

Sebelumnya, pada Mei, SpaceX telah mengajukan permohonan untuk memperoleh otoritas global berbasis fasilitas dan penjualan kembali.

Izin tersebut memperkuat rencana SpaceX membawa Starlink Mobile ke luar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, layanan ini lebih dikenal melalui kerja sama dengan operator seluler, termasuk T-Mobile di AS yang memasarkannya dengan nama T-Satellite.

Starlink Mobile Hubungkan Smartphone di Dead Zones

T-Satellite memungkinkan pengguna tetap memperoleh konektivitas di sejumlah dead zones atau wilayah yang tidak terjangkau jaringan seluler.

Meski demikian, kapasitas bandwidth layanan tersebut saat ini masih terbatas. Karena itu, T-Satellite belum sepenuhnya dapat menggantikan koneksi dari jaringan seluler konvensional.

SpaceX kini menyiapkan satelit generasi berikutnya untuk meningkatkan kemampuan Starlink Mobile. Satelit tersebut dirancang untuk memancarkan layanan 5G langsung dari luar angkasa, dengan kecepatan download hingga 150 Mbps.

Ambisi SpaceX juga tidak hanya berhenti pada penyediaan konektivitas di wilayah tanpa sinyal. CFO SpaceX Bret Johnsen sebelumnya mengatakan Starlink Mobile dapat menawarkan global roaming, sehingga pengguna berpotensi tetap terhubung ketika berpindah dari satu negara ke negara lain.

SpaceX Gandeng Operator Seluler di Jepang

Ekspansi Starlink Mobile di luar AS mulai diikuti dengan kerja sama bersama operator telekomunikasi lokal. Salah satunya adalah KDDI di Jepang melalui brand selulernya, au.

Keduanya bekerja sama menghadirkan layanan berbasis Starlink yang memungkinkan smartphone tetap terhubung ketika berada di luar jangkauan jaringan seluler.

Akun resmi Starlink di X juga menyampaikan perkembangan layanan tersebut.

“Starlink Mobile akan menghadirkan layanan generasi terbarunya bersama @au_official untuk menghadirkan kecepatan 5G dari luar angkasa. Jaringan satelit V2 ini akan memperluas kemampuan V1 dengan 100x lebih tinggi dalam hal data density, serta memungkinkan panggilan langsung, aplikasi berkecepatan tinggi, streaming, dan masih banyak lagi,” tulis akun resmi Starlink di X.

Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa ekspansi Starlink Mobile tidak hanya mengandalkan pasar AS. Asia, termasuk Jepang, menjadi salah satu wilayah yang mulai dipersiapkan SpaceX untuk menghadirkan layanan konektivitas satelit secara lebih luas.

Starlink Mobile Masih Hadapi Tantangan Operator Seluler

Di sisi lain, Starlink Mobile masih menghadapi tantangan dari operator seluler konvensional. T-Mobile dan AT&T menilai satelit SpaceX akan kesulitan menyediakan coverage sekuat jaringan cell towers mereka.

Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan konektivitas dalam skala besar. Artinya, kemampuan Starlink Mobile untuk menyediakan jaringan satelit secara luas masih akan diuji ketika layanan tersebut dikembangkan ke lebih banyak pasar.

SpaceX juga menyiapkan ground network menggunakan perangkat radio berukuran kecil dan berbiaya rendah yang disebut femtocells.

Teknologi femtocells tersebut dirancang untuk membantu memperluas jaringan. Namun, pendekatan tersebut masih mendapat tanggapan skeptis dari sejumlah industry experts.

Dengan izin FCC serta kerja sama yang mulai dibangun di berbagai negara, SpaceX kini memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan Starlink Mobile sebagai layanan telekomunikasi lintas negara.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan kemampuan konektivitas berbasis satelit tersebut untuk bersaing dengan jaringan seluler yang telah tersedia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news