
Tujuh orang meninggal dan beberapa lainnya terluka akibat desak-desakan di sebuah kuil di Bihar, India, setelah tiang listrik roboh.
Harianjogja.com, BIHAR— Insiden saling berdesakan terjadi di sebuah kuil di negara bagian Bihar, India, dan menyebabkan tujuh orang meninggal dunia serta beberapa lainnya terluka pada Senin. Peristiwa tersebut diduga dipicu robohnya sebuah tiang listrik yang menyebabkan sejumlah orang tersengat aliran listrik.
Petugas polisi sub-divisi, Shivam Kumar, mengatakan situasi berubah menjadi kepanikan setelah insiden tersebut terjadi. Para korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
“Tujuh korban dilaporkan meninggal. Dikabarkan akibat sebuah tiang listrik roboh di sana dan beberapa orang tersengat aliran listrik, sehingga memicu situasi saling berdesakan,” kata Kumar seperti dikutip kantor berita India, ANI.
Kantor berita ANI juga merilis sejumlah gambar dari rumah sakit tempat para korban dibawa. Beberapa korban luka dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Keluarga Korban Dapat Bantuan
Ketua Menteri Bihar, Samrat Choudhary, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Ia juga mengumumkan bantuan sukarela (ex gratia) sebesar 4.000 dolar AS atau sekitar Rp74 juta untuk masing-masing keluarga korban yang meninggal.
Insiden di Bihar tersebut terjadi di tengah aktivitas keagamaan yang membuat kuil-kuil Hindu di India kerap menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar.
Kuil Hindu di India tidak hanya menjadi pusat kehidupan spiritual, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya yang penting bagi jutaan umat. Kompleks kuil umumnya dibangun dengan karakter arsitektur khas, seperti gaya Dravida di wilayah selatan dan Nagara di wilayah utara.
Arsitektur tersebut antara lain ditandai dengan menara menjulang yang dihiasi ukiran, seperti gopuram atau shikhara, serta ruang suci utama (garbhagriha) yang menjadi tempat arca dewa bersemayam.
Mengapa Kuil di India Bisa Sangat Padat?
Kepadatan hingga memicu kondisi saling berdesakan di sejumlah kuil India antara lain berkaitan dengan prosesi darshan. Dalam tradisi tersebut, umat berupaya melihat langsung arca dewa dan dipercaya mendapat kesempatan untuk dipandang kembali oleh Sang Pencipta sebagai bentuk penerimaan berkah.
Selain darshan, sejumlah aktivitas keagamaan lain juga dapat memicu antrean panjang. Di antaranya upacara aarti, yakni persembahan lampu minyak yang disertai doa dan nyanyian pujian, serta pembagian prasadam berupa makanan suci yang telah diberkahi.
Tradisi pelunasan janji suci seperti cundaman, yaitu pencukuran rambut hingga gundul, juga menjadi salah satu aktivitas yang dapat mendatangkan banyak umat.
Kepadatan pengunjung biasanya meningkat drastis ketika berlangsung festival besar seperti Navratri, Maha Shivaratri, dan Diwali, maupun pada periode ziarah tahunan.
Kuil Populer India dengan Jutaan Peziarah
Besarnya jumlah pengunjung ke tempat-tempat ibadah di India terlihat dari data kunjungan sejumlah kuil populer.
Kuil Venkateswara (Tirumala Tirupati), Andhra Pradesh menerima rata-rata 50.000 hingga 100.000 peziarah per hari. Saat festival Brahmotsavam, jumlah tersebut dapat melonjak hingga lebih dari 500.000 orang dalam sehari.
Kuil Vaishno Devi, Jammu & Kashmir mencatat kunjungan tahunan sekitar 8 juta hingga 10 juta peziarah. Kuil gua tersebut berada di kawasan pegunungan dan peziarah berjalan kaki sejauh 12 kilometer.
Kuil Kashi Vishwanath, Varanasi, Uttar Pradesh, setelah rekonstruksi koridor kuil, menerima sekitar 100.000 hingga 200.000 peziarah per hari, terutama pada Senin dan selama bulan suci Shravan.
Golden Temple (Harmandir Sahib), Amritsar, Punjab, yang merupakan kuil suci umat Sikh, dikunjungi sekitar 100.000 orang setiap hari. Di tempat tersebut, Dapur Suci (Langar) menyediakan makanan gratis bagi seluruh pengunjung tanpa membedakan status sosial.
Kuil Jagannath, Puri, Odisha, dapat dipadati lebih dari 1 juta hingga 1,5 juta peziarah dalam satu hari pada festival tahunan Ratha Yatra atau Pawai Kereta Kencana.
Besarnya jumlah peziarah tersebut menunjukkan tingginya aktivitas keagamaan di berbagai tempat ibadah India, terutama ketika ritual dan festival besar berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































