Newswire Senin, 17 Agustus 2026 17:37 WIB

China mengonfirmasi sejumlah warganya luka akibat gempa M7,7 NTT. Pemerintah China mengaktifkan bantuan konsuler bagi korban terdampak. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi sejumlah warga negara Tiongkok mengalami luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan pihak konsuler China di Denpasar telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk menangani warga negaranya yang terdampak bencana tersebut.
"Sejauh yang saya ketahui, terdapat beberapa warga negara China yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi tersebut," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.
Lin Jian mengatakan mekanisme tersebut ditujukan untuk memberikan perlindungan sekaligus bantuan konsuler kepada warga negara China yang terdampak dan terluka akibat gempa.
"Pihak konsuler China di Denpasar telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk memberikan perlindungan dan bantuan konsuler kepada warga negara China yang terdampak dan terluka akibat gempa bumi tersebut," tambah Lin Jian.
China Siap Beri Bantuan
Pemerintah China, menurut Lin Jian, terus mengikuti perkembangan penanganan bencana gempa di NTT. China juga menyampaikan belasungkawa atas korban meninggal dunia serta simpati kepada keluarga korban dan warga yang mengalami luka-luka.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban jiwa akibat gempa bumi tersebut serta simpati yang tulus kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan mereka yang mengalami luka-luka. China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia," tambah Lin Jian.
Sebelumnya dilaporkan dua turis China yang menginap di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, mengalami luka akibat gempa. Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan.
986 Wisatawan Pulau Padar Sudah Dipulangkan
Di sisi lain, pemerintah Indonesia melakukan penanganan terhadap wisatawan yang berada di kawasan destinasi wisata super prioritas Flores, Alor, Lembata, dan Bima (Floratama) yang terdampak gempa.
Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penghentian sementara layanan pelayaran telah dipulangkan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan layanan pelayaran.
Seluruh wisatawan tersebut telah tiba dengan selamat di Labuan Bajo.
Seluruh tamu hotel di Labuan Bajo juga telah dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain di Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan yang sebelumnya dievakuasi dari Meurorah Hotel ke Puncak Waringin kini telah kembali ke fasilitas akomodasi masing-masing.
Operasional penerbangan di Bandara Komodo dijalankan dengan pembatasan setelah dilakukan pemeriksaan kelaikan teknis. Sementara itu, layanan pelayaran dibuka kembali secara bertahap.
Sejumlah Hotel di Flores Terdampak
Berdasarkan data sementara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), sejumlah fasilitas pelayanan pariwisata terdampak gempa, salah satunya Hotel Jayakarta di Manggarai Barat.
Hotel Jayakarta tercatat mengalami kerusakan struktur dan beberapa bagian bangunannya roboh. Meski demikian, seluruh tamu dan karyawannya dipastikan aman serta telah direlokasi ke hotel terdekat yang lebih aman.
Kerusakan parah juga dilaporkan terjadi di Hotel Papita Mbay di daerah Nagekeo. Sementara itu, Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah mengalami kerusakan ringan.
Jaringan listrik dan internet di sebagian besar sarana akomodasi pada area terdampak gempa telah kembali normal.
BNPB Catat 38 Orang Meninggal
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan hingga Sabtu pukul 15.00 WIB tercatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Selain korban meninggal, sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sedangkan jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.
Penanganan terhadap dampak gempa juga terus dilakukan, termasuk terhadap wisatawan dan fasilitas pariwisata di kawasan terdampak NTT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































