Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6% pada 2027 masih mungkin dicapai, meski angka tersebut dinilainya ambisius. Optimisme itu disampaikan setelah SBY mencermati arah pembangunan nasional yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan 2026.
Menurut SBY, agenda pembangunan pemerintah untuk 2027 semakin jelas dan dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi, baik yang berasal dari dalam negeri maupun global.
"Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027, dan sekaligus menandai berlakunya APBN 2027, saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberi harapan baru bagi kita semuanya," kata SBY dalam video yang direkam di Rochester, Amerika Serikat dikutip dari Antara, Senin (17/8/2026).
Video tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi @aniyudhoyono dan dipantau dari Jakarta.
SBY Soroti Target Pertumbuhan Ekonomi 6%
SBY mengatakan dirinya mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Selain menyaksikan pidato tersebut, SBY mengaku mendapatkan informasi dari sejumlah rekannya di Indonesia mengenai substansi kebijakan yang disampaikan pemerintah.
Ia menilai gagasan dan rencana pembangunan pemerintah telah mengarah pada kebijakan yang tepat untuk menghadapi tantangan nasional.
"Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internal. Tetapi, apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat," ujarnya.
SBY kemudian secara khusus membahas target pertumbuhan ekonomi 6% yang ditetapkan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, target tersebut memang tergolong ambisius, tetapi bukan berarti mustahil diwujudkan.
Pengalaman memimpin Indonesia selama dua periode menjadi salah satu alasan SBY optimistis. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahannya rata-rata berada di sekitar 6%.
"Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen. Memang, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis," kata SBY.
Pertumbuhan 6% Dinilai Berdampak ke Masyarakat
Menurut SBY, pertumbuhan ekonomi hingga 6% akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai pertumbuhan tersebut dapat mendorong peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan per kapita.
"Enam persen andai kata bisa diraih oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita," ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, SBY menyoroti sejumlah agenda pembangunan lain yang menurutnya penting bagi masyarakat. Agenda tersebut mencakup pengurangan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan infrastruktur.
"Menurut saya ini agenda yang sangat penting," kata SBY.
SBY Ingatkan Pemerintah Jaga Fiskal
Meski memberikan apresiasi terhadap arah pembangunan yang disampaikan pemerintah, SBY mengingatkan agar optimisme tersebut dibarengi dengan pengelolaan fiskal yang hati-hati.
Ia berpesan agar pemerintah menjaga kesehatan fiskal, memastikan pelaksanaan seluruh program berjalan sesuai rencana, dan melakukan evaluasi kebijakan secara berkala.
"Dengan harapan baik ini saya hanya bisa berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintah agar tetap konsisten jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus jangan ada penyimpangan di sana-sini," ujarnya.
Sebagai konteks, pemerintahan Prabowo-Gibran menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% selama masa pemerintahannya. Namun, dalam dua tahun terakhir, rentang pertumbuhan ekonomi per triwulan berada di bawah 6%.
SBY juga mengingatkan bahwa harapan terhadap pembangunan nasional masih menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan berbagai agenda yang telah disampaikan kepada masyarakat benar-benar dapat diwujudkan.
"Great hope, tetapi tantangan juga tidak ringan. Yang penting do the best pemimpin dan pemerintah kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," kata SBY.
SBY Berada di Amerika Serikat
Saat ini, SBY berada di Rochester, Amerika Serikat, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic. Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut setelah dirinya menjalani operasi prostat pada 2021.
Karena pemeriksaan tersebut, SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR maupun rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

2 hours ago
2

















































