Ilustrasi abrasi. - JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Faktor abrasi pantai, keterbatasan lahan, dan minimnya jumlah nelayan membuat usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Kulonprogo ditolak pusat.
Dengan keputusan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kabupaten Kulonprogo memastikan rencana pembentukan kampung nelayan percontohan di Bumi Binangun resmi tertunda.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dislautkan Kulonprogo, Suryadi, mengungkapkan bahwa tiga titik yang diajukan berada di Kalurahan Bugel dan Karangwuni. Berdasarkan hasil survei pusat, ketiganya dianggap tidak memenuhi kriteria teknis maupun sosial ekonomi.
“Sudah mengajukan tiga lokasi, tetapi tidak ada yang memenuhi syarat. Risikonya dinilai lebih besar daripada manfaatnya,” kata Suryadi saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Kendala Abrasi hingga Luas Lahan
Suryadi merinci kendala di masing-masing lokasi. Lokasi pertama di kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bugel ditolak karena faktor keamanan lingkungan. Meski telah mengantongi izin palilah dari Kadipaten Pakualaman, lokasi ini berada di sempadan pantai yang rawan abrasi serta belum memiliki dokumen Amdal.
Sementara itu, lokasi kedua yang juga berada di Kalurahan Bugel terbentur masalah luasan lahan. "Persyaratannya minimal 5.000 meter persegi, sedangkan lokasi kedua ini luasnya hanya 2.000 meter persegi," jelasnya.
Adapun lokasi ketiga di Kalurahan Karangwuni secara luasan sudah memadai, namun terkendala kondisi sosial ekonomi. Jumlah nelayan di wilayah tersebut relatif sedikit, dan aktivitas pendaratan kapal masih harus dilakukan di Pantai Congot atau Glagah.
Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Gulurejo Dimulai
Di sisi lain, upaya pengentasan kemiskinan di Kulonprogo terus digenjot melalui sektor pendidikan. Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) terbesar di DIY kini resmi dimulai di Kalurahan Gulurejo. Kehadiran sekolah ini diprioritaskan bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem.
Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa SR Gulurejo bukan hanya untuk warga Kulonprogo, melainkan untuk seluruh masyarakat miskin ekstrem di DIY.
"Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan. SR Gulurejo diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan," ujar Ambar.
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Beroperasi Mandiri
Selain pendidikan, sektor ekonomi kerakyatan menunjukkan tren positif. Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DisperinkopUKM) Kulonprogo memastikan seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah tersebut telah beroperasi penuh.
Kepala Bidang Koperasi DisperinkopUKM Kulonprogo, Ambar Utami Renaningsih, mendorong agar KDMP dapat mandiri secara permodalan dengan mengandalkan potensi lokal.
"Hingga saat ini, aturan teknis peminjaman modal dari Bank Himbara belum turun. Oleh karena itu, KDMP di Kulonprogo mengoptimalisasi simpanan pokok, simpanan wajib, serta kerja sama berbasis potensi wilayah masing-masing," pungkas Ambar Utami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

1 week ago
11
















































