Aktivasi IKD Kulonprogo Baru 7,98 Persen, Ini Kendalanya

4 hours ago 6

Aktivasi IKD Kulonprogo Baru 7,98 Persen, Ini Kendalanya

Petugas menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. - Antara

Harianjogja.com, KULONPROGO—Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kulonprogo hingga September 2026 baru mencapai 7,98 persen dari total wajib KTP. Kondisi geografis wilayah perbukitan, keterbatasan spesifikasi ponsel pintar, hingga jaringan internet yang belum merata menjadi sejumlah kendala dalam memperluas penggunaan IKD.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, Dewi Ariani, mengatakan tantangan paling berat berada di wilayah utara Kulonprogo. Perbukitan Menoreh, khususnya di Kapanewon Samigaluh dan Girimulyo, masih memiliki sejumlah wilayah yang mengalami blank spot sinyal telekomunikasi.

"Aktivasi IKD ini kan sepenuhnya bergantung pada jaringan internet. Di daerah utara yang masih blank spot, proses unggah data dan verifikasi menjadi terhambat. Kendala lainnya, sebagian warga ada yang bekerja di luar daerah atau tidak bisa meninggalkan pekerjaan saat petugas datang," terang Dewi, Minggu (20/19/2026).

Aktivasi IKD Terkendala Kondisi Ponsel

Persoalan jaringan bukan satu-satunya hambatan. Dewi mengatakan sebagian ponsel pintar milik warga tidak memenuhi spesifikasi minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi IKD.

Selain itu, petugas juga menemukan satu perangkat ponsel yang digunakan secara bersama-sama oleh beberapa anggota keluarga. Kondisi tersebut menjadi persoalan karena sistem IKD mensyaratkan satu akun atau aplikasi untuk satu NIK dan satu perangkat.

Hingga September 2026, sebanyak 28.056 warga telah melakukan aktivasi IKD. Jumlah tersebut setara dengan 7,98 persen dari total sasaran wajib KTP di Kulonprogo.

Capaian tersebut memang masih berada di bawah target nasional sebesar 30 persen. Meski demikian, Disdukcapil Kulonprogo mencatat adanya peningkatan dibandingkan kondisi awal 2026 yang masih berada di kisaran 5 persen.

"Capaian kita saat ini 7,98 persen atau sekitar 28.000-an warga. Memang masih di bawah target nasional 30 persen, tetapi kami terus melakukan berbagai upaya percepatan," ujarnya.

Jemput Bola Aktivasi IKD Menyasar Kalurahan

Untuk mengejar peningkatan aktivasi, Disdukcapil Kulonprogo telah menjalankan layanan jemput bola secara langsung kepada masyarakat. Selain menyediakan aktivasi di kantor Disdukcapil dan 12 kantor kapanewon, petugas secara bergilir mendatangi kalurahan.

Sejumlah kalurahan yang baru saja menjadi sasaran layanan tersebut antara lain Giripeni, Hargotirto, Banjaroyo, Hargorejo, Banyuroto, Pleret, hingga Banjararum.

Namun, kegiatan jemput bola belum selalu menghasilkan aktivasi dalam jumlah besar. Salah satu persoalannya adalah tingkat kehadiran warga yang diundang dalam kegiatan tersebut.

Dewi mengatakan dari sekitar 600 warga yang diundang dalam satu kegiatan sosialisasi atau jemput bola, rata-rata hanya sekitar 30 persen yang hadir. Dari warga yang datang pun, belum semuanya dapat langsung menyelesaikan proses aktivasi karena masih menghadapi kendala teknis.

"Dari warga yang hadir itu pun, tidak semuanya bisa langsung diaktivasi IKD-nya karena ada sejumlah kendala teknis," tutur Dewi.

Operator Kapanewon Dioptimalkan

Disdukcapil Kulonprogo kini juga mengoptimalkan peran operator di seluruh kantor kapanewon. Langkah tersebut memungkinkan warga melakukan aktivasi IKD setiap hari kerja tanpa harus menunggu pelaksanaan layanan jemput bola.

Upaya ini menjadi bagian dari percepatan aktivasi IKD di tengah capaian yang masih 7,98 persen dari total wajib KTP di Kulonprogo.

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di wilayah Perbukitan Menoreh. Lurah Kebonharjo, Sugimo, membenarkan bahwa persoalan blank spot atau kesulitan mendapatkan sinyal menjadi salah satu kendala aktivasi IKD di wilayahnya.

Kebonharjo merupakan salah satu wilayah di Perbukitan Menoreh, Kapanewon Samigaluh. Menurut Sugimo, sebagian warga juga belum terbiasa menggunakan IKD sehingga proses aktivasi belum berjalan maksimal.

"Warga saya belum banyak aktivasi IKD karena belum familiar dan kurang lancar sinyal di sini jadi sulit buat aktivasi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news