Harianjogja.com, ISTANBUL—Mengabaikan Surat perintah penangkapan yang dikeluarkan terhadapnya oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Jalur Gaza, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan Israel, Rabu (2/4/2025) malam waktu setempat menuju Hungaria.
Netanyahu berangkat untuk kunjungan selama empat hari ke Hungaria, didampingi istrinya, Sara, lapor harian Israel Yedioth Ahronoth.
Ia diperkirakan akan mendarat di ibu kota Budapest pada dini hari, di mana kunjungannya akan resmi dimulai, tambah laporan tersebut.
Human Rights Watch (HRW) telah mendesak Hungaria untuk menangkap Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di negara tersebut.
BACA JUGA: Antrean Kendaraan Nyasar di Perkampungan di Kalasan Sleman Akibat Ikuti Google Maps
"Hungaria seharusnya menolak masuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atau menangkapnya jika ia memasuki negara itu," kata kelompok hak asasi yang berbasis di New York itu pada Selasa, setelah kantor Netanyahu mengumumkan rencananya untuk mengunjungi Hungaria pekan ini atas undangan Perdana Menteri Viktor Orban.
Pada November lalu, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Kepala Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Seruan Menangkap Netanhayu
Kelompok hak asasi Amnesti International juga menyerukan agar Hungaria menangkap Netanyahu jika ia bepergian ke negara tersebut dan menyerahkannya kepada ICC.
Israel menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakan militernya di Gaza, di mana lebih dari 50.000 orang telah terbunuh sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara