Jumali Jum'at, 11 September 2026 20:17 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Kelangkaan bensin di sejumlah wilayah Rusia ikut mengubah pilihan sebagian konsumen kendaraan. Penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid baru di negara tersebut melonjak 118 persen pada Juni hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data lembaga analisis Autostat yang diberikan kepada Reuters menunjukkan penjualan kendaraan listrik dan plug-in hybrid mencapai 26.543 unit selama tiga bulan tersebut. Pada Juni-Agustus 2025, penjualannya tercatat 12.187 unit.
Lonjakan terjadi ketika pasokan bensin Rusia terganggu setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak. Kondisi ini membuat sebagian pengendara mulai mempertimbangkan kendaraan yang tidak sepenuhnya bergantung pada bensin, termasuk mobil listrik dan kendaraan yang bisa dikonversi menggunakan bahan bakar gas.
Serangan Kilang Ganggu Pasokan Bensin
Serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia meningkat sejak awal Juni 2026. Gangguan terhadap fasilitas pengolahan tersebut turut menekan produksi bensin sehingga pada akhir Agustus produksinya turun menjadi sekitar 70 persen dari tingkat kebutuhan domestik.
Dampaknya dirasakan pengendara di sejumlah wilayah Rusia. Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar memanjang karena masyarakat harus mencari bensin, sementara pembatasan penjualan diberlakukan di beberapa daerah.
Pemerintah Rusia juga menghentikan ekspor bensin untuk membantu menjaga ketersediaan bahan bakar di pasar domestik. Situasi tersebut membuat kendaraan dengan konsumsi bensin semakin kurang praktis bagi sebagian konsumen yang menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Rusia sebenarnya merupakan salah satu negara penghasil minyak utama dunia. Selama ini, harga bensin yang relatif murah dan ketersediaan bahan bakar membuat kendaraan bermesin pembakaran internal tetap dominan, sementara pasar mobil listrik berkembang lebih lambat dibandingkan sejumlah negara lain.
Mobil China Jadi Pilihan Utama
Ketika kebutuhan terhadap kendaraan alternatif meningkat, mobil listrik dan plug-in hybrid menjadi salah satu pilihan yang mulai dilirik. Sebagian konsumen lainnya mempertimbangkan kendaraan yang dapat menggunakan bahan bakar gas.
Sebagian besar mobil listrik dan plug-in hybrid baru yang dijual di Rusia berasal dari China. Namun, peningkatan permintaan tersebut tidak langsung dapat diimbangi pasokan karena produsen dan importir sebelumnya tidak memperkirakan lonjakan kebutuhan yang muncul di tengah gangguan pasokan bensin.
Keterbatasan pasokan bahkan menjadi salah satu faktor yang menahan pertumbuhan penjualan. Artinya, ketika konsumen mulai mencari alternatif kendaraan berbahan bakar bensin, ketersediaan mobil listrik dan plug-in hybrid di pasar belum sepenuhnya siap mengikuti perubahan permintaan.
Data lain dari Autostat yang dikutip media Rusia menunjukkan permintaan terhadap mobil listrik dan hybrid selama musim panas 2026 meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pada Agustus saja pertumbuhannya mencapai 71 persen.
Pangsa Mobil Listrik Rusia Masih Kecil
Meski pertumbuhannya terlihat besar, mobil listrik dan plug-in hybrid masih menjadi bagian kecil dari pasar otomotif Rusia. Autostat mencatat kedua jenis kendaraan tersebut hanya menyumbang sekitar 4,3 persen dari total penjualan mobil Rusia pada 2025.
Pasar kendaraan listrik Rusia juga menghadapi persoalan yang tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat. Jaringan stasiun pengisian daya masih terbatas, sementara jarak perjalanan antarkota di negara tersebut sangat jauh.
Kondisi cuaca yang ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri bagi penggunaan kendaraan listrik. Faktor-faktor tersebut membuat pertumbuhan penjualan pada musim panas 2026 belum dapat diartikan sebagai perubahan menyeluruh dari mobil berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik.
Namun, lonjakan penjualan tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada sektor energi dapat memengaruhi keputusan konsumen di pasar otomotif. Ketika bensin menjadi lebih sulit diperoleh, kendaraan listrik dan plug-in hybrid mulai terlihat sebagai salah satu alternatif mobilitas bagi pengendara Rusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































