Marquez Kejar Gelar ke-8 MotoGP, Ini Daftar Rajanya

2 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA— Marc Márquez kembali berada dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Setelah GP Aragon, pebalap Ducati Lenovo Team itu mengoleksi 237 poin dan hanya terpaut 19 angka dari pemuncak klasemen Jorge Martin yang memiliki 256 poin.

Dengan sembilan seri masih tersisa hingga balapan penutup di Valencia, peluang Márquez untuk kembali menjadi juara dunia masih terbuka. Jika berhasil merebut gelar kelas utama kedelapan, Márquez akan semakin dekat dengan rekor Giacomo Agostini yang masih menjadi pemegang gelar terbanyak di kelas utama.

Persaingan musim ini juga menarik karena Márquez sudah mengoleksi tujuh gelar dunia kelas utama. Jumlah tersebut menyamai torehan Valentino Rossi, sehingga gelar 2026 berpotensi membuat Márquez kembali unggul atas rival legendarisnya tersebut dalam jumlah titel kelas utama.

Berikut daftar pebalap dengan gelar juara dunia kelas utama terbanyak dalam sejarah Grand Prix.

1. Giacomo Agostini — 8 Gelar Kelas Utama

Giacomo Agostini masih berada di posisi teratas dalam daftar juara kelas utama. Legenda asal Italia itu mengoleksi delapan gelar dunia kelas 500cc, yang saat ini menjadi bagian dari sejarah kelas utama MotoGP.

Agostini lahir di Brescia pada 16 Juni 1942 dan menjalani karier Grand Prix selama 14 tahun. Secara keseluruhan, ia mengumpulkan 15 gelar dunia, terdiri dari delapan titel 500cc dan tujuh gelar 350cc.

Delapan gelar kelas utamanya diraih pada 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, dan 1975. Tujuh titel pertamanya di kelas 500cc diraih bersama MV Agusta, sedangkan gelar terakhir pada 1975 didapatkannya bersama Yamaha.

Agostini juga memiliki catatan 122 kemenangan Grand Prix sepanjang karier. Rekor 15 gelar dunia secara keseluruhan dan delapan gelar kelas utama membuat namanya tetap menjadi tolok ukur bagi generasi pebalap setelahnya.

2. Marc Márquez — 7 Gelar Kelas Utama

Marc Márquez kini berada tepat di belakang Agostini dalam daftar gelar kelas utama. Pebalap asal Spanyol itu telah tujuh kali menjadi juara dunia MotoGP, yakni pada 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2025.

Márquez sebenarnya telah mengoleksi sembilan gelar dunia di seluruh kelas. Selain tujuh titel MotoGP, ia pernah menjadi juara dunia 125cc pada 2010 dan Moto2 pada 2012.

Gelar MotoGP 2025 bersama Ducati membuat Márquez menyamai tujuh titel kelas utama milik Valentino Rossi. Kini, persaingan 2026 memberinya kesempatan untuk melewati Rossi sekaligus memangkas jarak dengan Agostini menjadi hanya satu gelar jika berhasil menjadi juara.

Setelah GP Aragon, Márquez mengumpulkan 237 poin dan berada di posisi kedua klasemen. Ia tertinggal 19 poin dari Jorge Martin yang memimpin dengan 256 poin.

3. Valentino Rossi — 7 Gelar Kelas Utama

Valentino Rossi memiliki jumlah gelar kelas utama yang sama dengan Márquez, yakni tujuh. Legenda Italia berjuluk “The Doctor” tersebut meraih titel kelas utama pada 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009.

Rossi secara keseluruhan memiliki sembilan gelar dunia. Dua titel lainnya diraih sebelum naik ke kelas utama, yakni gelar 125cc pada 1997 dan 250cc pada 1999.

Karier Grand Prix Rossi berlangsung lebih dari dua dekade sebelum berakhir pada 2021. Ia juga mencatat 89 kemenangan di kelas utama, sebuah angka yang masih menjadi rekor kemenangan terbanyak di kategori tersebut.

Karena itu, Márquez tidak hanya mengejar Agostini dalam perebutan rekor gelar. Jika kembali juara pada 2026, ia juga akan meninggalkan Rossi dalam daftar gelar kelas utama sekaligus mencatat delapan titel.

4. Mick Doohan — 5 Gelar Kelas Utama

Mick Doohan merupakan salah satu penguasa terbesar kelas 500cc pada era 1990-an. Pebalap Australia tersebut meraih lima gelar kelas utama secara beruntun pada 1994 hingga 1998 bersama Honda.

Doohan mencatat 54 kemenangan Grand Prix sepanjang kariernya. Dominasi lima musim berturut-turut membuatnya menjadi salah satu pebalap paling sukses sebelum era MotoGP modern.

Karier Doohan berakhir pada 1999 setelah cedera serius akibat kecelakaan di Jerez. Meski jumlah gelarnya berada di bawah Agostini, Márquez, dan Rossi, dominasinya pada era 500cc tetap menjadi bagian penting dalam sejarah kelas utama.

5. Mike Hailwood — 4 Gelar Kelas Utama

Mike Hailwood, yang dikenal dengan julukan “Mike the Bike”, merupakan salah satu legenda Inggris. Ia meraih empat gelar dunia kelas 500cc, sekaligus memiliki koleksi sembilan gelar dunia jika seluruh kelas dihitung.

Selain empat titel 500cc, Hailwood mengoleksi dua gelar 350cc dan tiga gelar 250cc. Total tersebut membuatnya memiliki sembilan gelar dunia sepanjang karier Grand Prix.

Hailwood juga dikenal sebagai salah satu pebalap paling serbabisa pada eranya. Setelah meninggalkan balap motor, ia beralih ke balap mobil dan sempat berkompetisi di Formula 1. MotoGP kemudian memasukkannya ke dalam Hall of Fame sebagai salah satu legenda olahraga tersebut.

6. John Surtees — 4 Gelar Kelas Utama

John Surtees juga mengoleksi empat gelar kelas utama 500cc. Titel tersebut diraihnya pada 1956, 1958, 1959, dan 1960 bersama MV Agusta.

Surtees juga memiliki tiga gelar kelas 350cc sehingga total koleksi gelar dunia Grand Prix-nya mencapai tujuh. Namun, prestasi yang membuat namanya semakin unik adalah keberhasilannya menyeberang dari balap motor ke Formula 1.

Pada 1964, Surtees menjadi juara dunia Formula 1 bersama Ferrari. Ia hingga kini dikenal sebagai satu-satunya pebalap yang berhasil menjadi juara dunia di kelas utama Grand Prix sepeda motor dan Formula 1.

7. Geoff Duke — 4 Gelar Kelas Utama

Geoff Duke merupakan salah satu bintang generasi awal Kejuaraan Dunia Grand Prix. Pebalap Inggris itu memenangkan empat gelar kelas 500cc, yakni pada 1951, 1953, 1954, dan 1955.

Duke meraih titel pertamanya bersama Norton sebelum kemudian mendominasi bersama Gilera. Ia juga memenangkan dua gelar dunia kelas 350cc pada 1951 dan 1952.

Selain prestasinya di lintasan, Duke turut dikenang karena kontribusinya terhadap perkembangan perlengkapan balap. Ia menjadi salah satu pelopor penggunaan baju balap kulit model one-piece yang lebih ketat dan menyatu. FIM kemudian memasukkannya sebagai Grand Prix Legend pada 2002.

Márquez Bisa Mendekati Rekor Agostini

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa Márquez sudah masuk jajaran elite sejarah kelas utama. Dengan tujuh gelar, ia kini sejajar dengan Rossi dan hanya tertinggal satu titel dari Agostini.

Perbedaannya, Márquez masih aktif dan sedang menjalani perebutan gelar MotoGP 2026. Setelah GP Aragon, ia memangkas jarak dengan Martin menjadi 19 poin, sehingga sembilan seri terakhir akan sangat menentukan posisi akhir klasemen.

Jika Márquez mampu membalikkan keadaan dan mempertahankan performanya hingga seri terakhir, gelar 2026 akan menjadi titel kelas utama kedelapannya. Pencapaian itu akan membuatnya berdiri sendirian di atas Rossi dalam daftar juara kelas utama dan hanya terpaut satu gelar dari Agostini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news