
Aryna Sabalenka dengan perhiasan 127,14 Karat/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Aryna Sabalenka tidak hanya menjadi sorotan karena penampilannya di US Open 2026. Petenis nomor satu dunia itu juga tampil mencolok dengan perhiasan 127,14 karat yang dirancang khusus oleh Material Good.
Rangkaian perhiasan tersebut terdiri atas kalung, gelang, dan anting menjuntai dengan kombinasi batu permata berwarna. Material Good merancangnya dengan inspirasi New York, kota tempat turnamen Grand Slam tersebut berlangsung.
Bukan sekadar pelengkap penampilan, desain perhiasan itu juga dibuat dengan mempertimbangkan aktivitas Sabalenka sebagai petenis. Bobot, panjang, hingga konstruksi setiap bagian diperhitungkan agar tetap nyaman ketika digunakan bergerak di lapangan.
Warna-Warni New York Jadi Inspirasi
Sabalenka sebelumnya menjelaskan bahwa perhiasan yang dikenakannya memang dibuat dengan karakter New York sebagai inspirasi utama. Dalam wawancara di lapangan, ia menggambarkan desain tersebut sebagai perpaduan warna berani, cerah, menyenangkan, dan bernuansa vintage.
“Ini 100 persen terinspirasi oleh New York. Warnanya berani, menyenangkan, dan cerah, dengan tampilan vintage. Ada berbagai bentuk, berbagai batu, dan sungguh, saya merasa itu menggambarkan New York dengan sempurna,” ujar Sabalenka dikutip dari AOL.
Konsep tersebut berkaitan dengan karakter New York sebagai kota dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, Material Good memadukan batu permata dengan warna dan bentuk berbeda dalam satu rangkaian.
Batu yang digunakan mencakup safir, turmalin, garnet, zirkon, spinel, chrysoberyl, dan tanzanit. Material Good juga menggunakan batu dari berbagai lokasi di dunia untuk memperkuat gambaran New York sebagai kota yang menjadi pertemuan banyak budaya.
Kalung Sabalenka Punya 83,20 Karat Batu Permata
Bagian terbesar dari rangkaian tersebut adalah kalung dengan total 83,20 karat batu permata yang dipasang pada emas kuning 18 karat. Material Good menggunakan beragam bentuk batu dan memberikan ruang terbuka di antara bagian-bagian emas.
Konstruksi itu membuat kalung tetap dapat bergerak mengikuti tubuh Sabalenka saat bertanding. Desainnya juga harus memastikan perhiasan berukuran besar tersebut tidak terlalu mengganggu ketika Sabalenka berlari, melakukan servis, atau mengayunkan raket.
Gelang yang dikenakan Sabalenka memiliki total 28,36 karat batu permata. Sementara itu, sepasang anting dengan model stud dan drop jacket memiliki total 15,58 karat. Jika digabungkan, ketiganya mencapai 127,14 karat.
Pertimbangan teknis juga diterapkan pada ukuran gelang. Panjangnya dibuat agar tidak mudah bergeser naik dan turun di lengan Sabalenka ketika ia bergerak. Anting pun dibuat seringan mungkin karena kepala dan wajah petenis terus bergerak selama pertandingan.
Material Good menyebut konstruksi perhiasan tersebut harus tetap kokoh tanpa terasa terlalu berat. Pada kalung, bagian-bagian pengikat dibuat lebih longgar agar perhiasan dapat mengikuti gerakan Sabalenka dengan lebih alami.
Sabalenka Jadikan Kilauan Perhiasan sebagai Candaan
Bagi Sabalenka, perhiasan tersebut juga menjadi bagian dari gaya dan ekspresi dirinya di lapangan. Ia bahkan menjadikan kemilau batu permata itu sebagai bahan candaan setelah mengalahkan Taylor Townsend di babak keempat US Open 2026.
Dalam wawancara seusai pertandingan, Sabalenka mengatakan perhiasan itu merupakan rancangan Material Good yang dibuat khusus untuk US Open. Ia kemudian berseloroh bahwa salah satu “taktik” dari aksesori tersebut adalah mengalihkan perhatian lawan melalui kilauannya.
“Taktik utamanya adalah mengalihkan perhatian lawan dengan kilauannya. Ini vintage, saya menyukainya,” ujarnya.
Perhiasan 127,14 karat itu sekaligus melanjutkan kolaborasi Sabalenka dengan Material Good. Sebelumnya, ia juga mengenakan perhiasan rancangan rumah perhiasan tersebut pada sejumlah turnamen Grand Slam, dengan desain yang disesuaikan dengan karakter masing-masing turnamen.
Di US Open 2026, perpaduan batu permata warna-warni, emas kuning 18 karat, serta desain yang mengambil inspirasi dari New York membuat penampilan Sabalenka menjadi salah satu perpaduan olahraga dan mode yang paling mencolok di turnamen tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
2

















































