Pesawat Delay atau Batal? Ini Hak Penumpang yang Perlu Diketahui

4 hours ago 2

Pesawat Delay atau Batal? Ini Hak Penumpang yang Perlu Diketahui

Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan pesawat di terminal tunggu penumpang Bandara Supadio, karena pesawat yang akan mereka tumpangi mengalami penundaan akibat gangguan asap karhutla, Jumat (21/8/2026). Antara/Jessica Helena Wuysang

Harianjogja.com, JOGJA—Penerbangan yang terlambat atau dibatalkan bisa membuat rencana perjalanan berantakan. Namun, dalam kondisi tertentu, penumpang tidak hanya bisa meminta penerbangan pengganti atau pengembalian dana, tetapi juga berhak mendapatkan makanan, minuman, hingga akomodasi.

Hak tersebut tidak berlaku dengan ketentuan yang sama di setiap negara. Aturan yang mengatur penerbangan dari, menuju, atau di wilayah tertentu dapat berbeda, sehingga penumpang perlu mengetahui regulasi yang berlaku pada rute yang digunakan.

Salah satu contoh adalah aturan penerbangan di Inggris. Berdasarkan ketentuan yang dijelaskan UK Civil Aviation Authority (CAA), penumpang pada penerbangan yang tercakup aturan UK261 memiliki sejumlah hak ketika mengalami pembatalan atau keterlambatan.

Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Bisa Pilih Refund atau Penerbangan Pengganti

Dalam aturan Inggris, ketika penerbangan dibatalkan, maskapai harus memberikan pilihan kepada penumpang yang terdampak.

Penumpang dapat memilih pengembalian dana untuk bagian tiket yang belum digunakan atau meminta penerbangan alternatif menuju tujuan. Dalam kondisi tertentu, penerbangan alternatif dapat menggunakan maskapai lain atau moda transportasi lain yang sesuai agar penumpang dapat mencapai tujuan.

Selain pilihan perjalanan tersebut, maskapai juga memiliki kewajiban memberikan bantuan selama penumpang menunggu penerbangan pengganti. Bantuan tersebut dapat berupa makanan dan minuman, sarana komunikasi, serta akomodasi dan transportasi jika penumpang harus menginap.

Delay 2 hingga 4 Jam Bisa Memunculkan Hak Bantuan

Untuk penerbangan yang mengalami keterlambatan, aturan Inggris menetapkan batas waktu berbeda berdasarkan jarak penerbangan.

Penumpang berhak mendapatkan bantuan setelah mengalami keterlambatan setidaknya dua jam untuk penerbangan dengan jarak kurang dari 1.500 kilometer. Untuk penerbangan dengan jarak 1.500 hingga 3.500 kilometer, batasnya tiga jam, sedangkan penerbangan lebih dari 3.500 kilometer memiliki batas empat jam.

Bantuan tersebut dapat berupa makanan dan minuman yang wajar serta sarana komunikasi. Jika keterlambatan membuat penumpang harus menginap, maskapai juga harus menyediakan akomodasi dan transportasi antara tempat menginap dan bandara.

Jika maskapai tidak menyediakan bantuan tersebut dan penumpang terpaksa mengaturnya sendiri, biaya yang wajar dapat dimintakan penggantian. CAA menyarankan penumpang menyimpan kuitansi atau bukti pembayaran dan tidak mengeluarkan biaya yang berlebihan.

Delay Lebih dari 5 Jam, Penumpang Bisa Memilih Refund

Keterlambatan yang mencapai setidaknya lima jam memberikan pilihan tambahan bagi penumpang dalam penerbangan yang tercakup UK261.

Penumpang dapat memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan dan meminta pengembalian dana untuk bagian penerbangan yang belum digunakan. Pilihan tersebut berbeda dengan kompensasi uang karena keterlambatan.

Karena itu, penumpang perlu membedakan antara refund, bantuan selama menunggu, dan kompensasi. Ketiganya merupakan hak yang berbeda dan ketentuannya tidak selalu sama.

Tidak Semua Delay Berujung Kompensasi Uang

Mengalami keterlambatan tidak otomatis berarti penumpang berhak mendapatkan kompensasi tambahan.

Dalam aturan Inggris, kompensasi dapat diberikan apabila syarat yang ditetapkan terpenuhi, termasuk ketika keterlambatan membuat penumpang tiba di tujuan lebih dari tiga jam terlambat. Namun, maskapai dapat terbebas dari kewajiban kompensasi apabila gangguan disebabkan kondisi luar biasa atau extraordinary circumstances.

Contohnya adalah kondisi cuaca yang tidak memungkinkan penerbangan berlangsung dengan aman, pemogokan yang melibatkan pihak di luar maskapai seperti petugas bandara atau pengatur lalu lintas udara, risiko keamanan, serta gangguan politik atau sipil.

Namun, masalah teknis pesawat tidak otomatis dikategorikan sebagai kondisi luar biasa. CAA menjelaskan bahwa sejumlah putusan pengadilan di Inggris dan Eropa telah menyatakan gangguan teknis tertentu bukan extraordinary circumstances.

Simpan Tiket dan Bukti Pengeluaran

Ketika mengalami pembatalan atau keterlambatan, penumpang sebaiknya menyimpan tiket, pemberitahuan dari maskapai, bukti perubahan jadwal, serta kuitansi pengeluaran.

Dokumen tersebut dapat digunakan ketika mengajukan penggantian biaya atau kompensasi kepada maskapai. Jika maskapai tidak mampu memberikan bantuan secara langsung, penumpang dapat mengatur kebutuhan yang wajar sendiri terlebih dahulu dan mengajukan penggantian sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal terpenting, penumpang perlu mengecek aturan yang berlaku pada penerbangannya, karena hak penumpang berbeda menurut negara, rute, maskapai, dan penyebab gangguan. Aturan UK261 yang dijelaskan di atas tidak dapat langsung dijadikan patokan untuk seluruh penerbangan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news