Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mengupayakan tambahan dana melalui pinjaman luar negeri untuk memperkuat program pencegahan bencana. Langkah ini dilakukan karena anggaran pencegahan bencana dari APBN relatif terbatas, berkisar antara Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahun.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan hal itu saat rapat kerja dengan Menteri Sosial, Kepala BPKH, dan Baznas bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa. “Kami berupaya untuk tetap memaksimalkan kemampuan penanggulangan bencana dalam aspek pencegahan atau mitigasi karena APBN terbatas, kami pun berupaya agar alokasi pinjaman luar negeri dapat disetujui,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, BNPB berhasil memperoleh sejumlah persetujuan pinjaman luar negeri untuk meningkatkan kapasitas mitigasi pra-bencana. Dana tersebut digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten/kota, serta menyiapkan sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami bekerja sama dengan BMKG.
Selain pinjaman, BNPB juga memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP), yakni anggaran yang dapat segera digunakan saat terjadi bencana atau status siaga darurat. Suharyanto menekankan bahwa bencana sering kali berulang di lokasi yang sama, sehingga DSP dimanfaatkan tidak hanya untuk penanganan darurat, tetapi juga membangun upaya pencegahan di masa mendatang.
“Di sepanjang pantai yang rawan gempa bumi dan tsunami, sudah terpasang sensor tinggi muka air yang mengirimkan peringatan dini ke pusat pengendalian operasi di BPBD. Rambu-rambu evakuasi juga telah dipasang untuk memudahkan masyarakat saat terjadi bencana,” kata Suharyanto.
Dengan strategi kombinasi anggaran APBN, pinjaman luar negeri, dan DSP, BNPB berharap mampu memperkuat mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta mengurangi risiko kerugian jiwa dan harta benda akibat bencana alam di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

3 hours ago
3














































