Dampak Hujan, BPBD Catat 32 Titik Longsor, Warga Terpaksa Mengungsi

9 hours ago 1

Dampak Hujan, BPBD Catat 32 Titik Longsor, Warga Terpaksa Mengungsi Istimewa - Rumah warga di Kalurahan Banjarharjo, Kalibawang yang terdampak tanah longsor sampai merusak bagian atapnya saat BPBD Kulonprogo meninjau langsung ke lokasi, Selasa (17/2/2026).Sementara itu, pada waktu yang sama di Kalurahan Banjaroyo, Selasa (17/2 - 2026) Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan memberikan bantuan terhadap warga yang terdampak longsor

Harianjogja.com, KULONPROGO—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kulonprogo pada Senin (16/2/2026) memicu puluhan kejadian tanah longsor di sejumlah kapanewon. BPBD Kulonprogo mencatat sedikitnya 32 titik longsor serta satu kejadian pohon tumbang yang berdampak pada permukiman warga.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan pergerakan tanah di wilayah perbukitan. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Tonogoro, Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, dan menimpa rumah warga.

“Total ada 32 kejadian tanah longsor dan satu pohon tumbang. Longsor ada yang mengenai rumah, talud, hingga menutup akses jalan,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).

Hingga kini, BPBD masih melakukan asesmen di seluruh titik terdampak bencana hidrometeorologi. Dari puluhan kejadian tersebut, mayoritas longsor terjadi di Kapanewon Kalibawang yang menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Di luar Kalibawang, dua kejadian longsor tercatat di Kapanewon Pengasih dan Girimulyo.

Di Pengasih, longsor mengancam ruas Jalan Kutogiri–Jatimulyo dan membahayakan rumah warga di bawahnya. Sementara di Girimulyo, longsor dilaporkan mengenai bangunan rumah warga.

“Secara rinci, 30 kejadian longsor terjadi di Kalibawang, dua lainnya di Pengasih dan Girimulyo, serta satu kejadian pohon tumbang yang juga berada di Kalibawang,” jelas Eko.

Dampak longsor cukup beragam, mulai dari tembok rumah jebol, kerusakan keramik lantai, kamar mandi, hingga dapur warga yang rusak. Personel BPBD masih berupaya menjangkau seluruh lokasi terdampak yang tersebar di wilayah perbukitan.

Di Dusun Puguh, Banjaroyo, Kalibawang, longsor bahkan menyebabkan kandang kambing warga rusak total. Rumah pemilik ternak juga terdampak parah sehingga tidak dapat dihuni sementara waktu.

“Penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah saudara. Kondisi geografis Kalibawang yang berbukit memang sangat rawan longsor,” ungkap Eko.

Pada Selasa (17/2/2026), Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, meninjau langsung sejumlah rumah warga terdampak. Dalam kunjungan tersebut, BPBD menyalurkan bantuan permakanan dan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami menyalurkan bantuan permakanan dan kebutuhan logistik lain untuk membantu warga menghadapi dampak tanah longsor ini,” katanya.

Peninjauan juga dihadiri Agung Setyawan, yang turut menyerahkan bantuan secara langsung. Kunjungan difokuskan ke Kalurahan Banjaroyo dan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, yang menjadi dua wilayah dengan jumlah titik longsor terbanyak. Seluruh kejadian longsor di Kalibawang tercatat hanya terjadi di dua kalurahan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news