Harianjogja.com, JOGJA—Permintaan bertukar kursi di pesawat terkadang menempatkan penumpang dalam situasi serba salah. Terlebih jika alasannya adalah orang tua yang ingin duduk bersama anak atau seseorang yang ingin bersebelahan dengan anggota keluarga.
Memberikan kursi tentu menjadi pilihan masing-masing penumpang. Namun, menolak permintaan tersebut juga tidak harus berujung pada perdebatan. Cara menyampaikan penolakan justru dapat menentukan apakah situasi tetap tenang atau berkembang menjadi konflik.
Pakar resolusi konflik Emily Skinner kepada Travel + Leisure membagikan sejumlah cara menghadapi situasi tersebut, termasuk ketika penumpang lain terus mendesak atau bahkan mulai merekam.
1. Pahami Reaksi Diri Saat Menghadapi Konflik
Sebelum menghadapi situasi yang tidak nyaman, kenali terlebih dahulu bagaimana biasanya diri sendiri merespons konflik.
Menurut Skinner, sebagian orang cenderung pasif dan menerima permintaan meskipun sebenarnya tidak ingin melakukannya. Sebaliknya, ada pula yang lebih mudah bersikap tegas dan menetapkan batas.
Mengenali pemicu emosi penting agar penumpang tidak mengambil keputusan secara spontan ketika berada dalam situasi yang menekan.
Skinner menyarankan penumpang memahami batas toleransi dirinya terhadap situasi yang membuat stres atau terlalu terstimulasi.
2. Sampaikan Penolakan dengan Tenang
Jika memang tidak ingin berpindah, penumpang dapat menyampaikan keputusan secara singkat dan sopan.
Skinner menyarankan untuk terlebih dahulu menunjukkan bahwa permintaan tersebut sudah didengar dan dipahami. Setelah itu, jelaskan bahwa kursi tersebut memang sudah dipilih dan penumpang ingin tetap berada di tempatnya.
Tidak perlu memberikan penjelasan panjang atau berdebat mengenai siapa yang lebih membutuhkan kursi tersebut.
3. Jangan Terjebak Perdebatan
Masalah dapat menjadi lebih rumit ketika orang yang meminta kursi tidak menerima jawaban tersebut.
Dalam kondisi seperti ini, penumpang tidak perlu terus-menerus berusaha meyakinkan orang tersebut. Jika percakapan mulai berubah menjadi tekanan atau pertengkaran, lebih baik menghentikan pembicaraan.
Skinner menyarankan melibatkan awak kabin apabila penumpang lain terus mendesak. Awak kabin merupakan pihak yang lebih tepat untuk membantu menangani situasi di dalam pesawat.
4. Minta Bantuan Awak Kabin jika Situasi Memanas
Penumpang yang sudah menyampaikan keputusan tidak harus bertanggung jawab membuat orang lain menerima keputusan tersebut.
Jika permintaan tukar kursi berkembang menjadi konflik, sampaikan masalah kepada awak kabin. Dengan demikian, penumpang tidak perlu terus berhadapan langsung dengan orang yang mendesak.
Cara ini juga dapat membantu mencegah persoalan kecil berkembang menjadi pertengkaran di dalam kabin.
5. Jangan Terpancing ketika Direkam
Situasi di ruang publik kini juga dapat direkam menggunakan kamera ponsel. Jika penumpang mulai merekam saat terjadi perdebatan, Skinner menyarankan untuk tetap tenang.
Hindari membalas dengan emosi atau berusaha merebut ponsel orang tersebut. Sebaliknya, berikan respons singkat, misalnya, "Saya memahami Anda tidak senang dengan keputusan saya."
Jika situasi terus berlanjut, kembali minta bantuan awak kabin.
Skinner juga menyarankan penumpang menyampaikan dengan jelas apabila tidak memberikan izin untuk direkam. Setelah itu, kurangi interaksi dan biarkan awak kabin menangani situasinya.
6. Berempati Tidak Berarti Harus Memberikan Kursi
Alasan seseorang meminta tukar kursi bisa saja masuk akal. Orang tua mungkin ingin duduk bersama anak, sementara penumpang lain mungkin memiliki alasan tertentu untuk mempertahankan kursi yang telah dipilih.
Kedua kebutuhan tersebut dapat diakui tanpa mengharuskan salah satu pihak mengalah.
Skinner mengatakan seseorang tetap dapat menunjukkan empati terhadap kondisi penumpang lain tanpa harus memberikan kursinya. Penumpang bahkan tidak selalu harus menjelaskan alasan pribadi mengapa tidak ingin berpindah.
Intinya, permintaan tukar kursi merupakan permintaan bantuan. Penumpang yang dimintai bantuan tetap dapat mengatakan tidak dengan sopan, terutama jika kursi tersebut telah dipilih karena alasan kenyamanan atau kebutuhan tertentu.
Jangan Biarkan Tukar Kursi Berubah Menjadi Konflik
Meminta bantuan untuk bertukar kursi merupakan hal yang berbeda dengan memaksa penumpang lain untuk mengabulkannya. Travel + Leisure sebelumnya juga mengutip pakar etiket yang menekankan bahwa orang yang meminta pertukaran harus siap menerima jawaban tidak.
Karena itu, jika tidak ingin berpindah, penumpang dapat menolak secara singkat, tetap tenang, dan meminta bantuan awak kabin apabila situasi mulai tidak terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2
















































