Mengenal Influenza A, dari Gejala, Penularan hingga Komplikasinya

3 hours ago 4

Mengenal Influenza A, dari Gejala, Penularan hingga Komplikasinya

Ilustrasi Virus Influenza A/Wikipedia

Harianjogja.com, JOGJA— Influenza A kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya pembicaraan mengenai infeksi saluran pernapasan. Virus ini sebenarnya bukan jenis virus baru. Influenza A merupakan salah satu kelompok virus influenza yang dapat menyebabkan penyakit musiman pada manusia.

Influenza sendiri merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini berbeda dengan salesma atau pilek biasa yang lebih sering disebabkan oleh virus lain, termasuk rhinovirus.

Sebagian besar orang yang terkena influenza dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, influenza juga dapat berkembang menjadi penyakit berat dan menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.

Apa Itu Influenza A?

Virus influenza terdiri atas empat tipe, yakni influenza A, B, C, dan D. Influenza A dan B merupakan tipe yang bersirkulasi pada manusia dan menyebabkan epidemi influenza musiman.

Influenza C lebih jarang ditemukan dan umumnya menyebabkan infeksi yang lebih ringan. Sementara itu, influenza D terutama menyerang hewan, khususnya sapi, dan hingga kini tidak diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Influenza A memiliki sejumlah subtipe yang dibedakan berdasarkan protein di permukaan virus. WHO menyebut dua subtipe influenza A yang saat ini beredar pada manusia adalah A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2).

A(H1N1)pdm09 merupakan keturunan virus yang menyebabkan pandemi influenza pada 2009. Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga jenis yang beredar dapat berubah dari waktu ke waktu.

Bagaimana Influenza A Menular?

Influenza dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain, terutama ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, kemudian masuk ketika seseorang menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Masa inkubasi influenza umumnya sekitar dua hari, tetapi dapat berkisar antara satu hingga empat hari setelah seseorang terinfeksi. Artinya, gejala tidak selalu muncul segera setelah terpapar virus.

Penularan juga dapat terjadi sebelum seseorang menyadari dirinya sedang sakit. CDC menyebut orang dengan influenza biasanya paling menular selama tiga hari pertama sakit, meski orang dewasa yang sehat dapat menularkan virus sejak sekitar satu hari sebelum gejala muncul hingga lima sampai tujuh hari setelah mulai sakit.

Gejala Influenza A yang Perlu Dikenali

Gejala influenza dapat berbeda pada setiap orang. Tidak semua penderita mengalami demam, dan tingkat keparahan penyakit dapat dipengaruhi usia serta kondisi kesehatan seseorang.

Gejala yang umum meliputi:

  • Demam atau merasa demam disertai menggigil;

  • Batuk, yang umumnya kering;

  • Sakit tenggorokan;

  • Hidung berair atau tersumbat;

  • Sakit kepala;

  • Nyeri otot atau badan;

  • Kelelahan;

  • Bersin pada sebagian kasus;

  • Mual dan muntah;

  • Diare, yang lebih sering ditemukan pada anak-anak.

Gejala influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Batuk dapat berlangsung lebih lama dibandingkan gejala lainnya, bahkan selama dua pekan atau lebih.

Kapan Influenza A Bisa Menjadi Serius?

Sebagian besar penderita influenza pulih dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu. Namun, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia dan dapat memperburuk penyakit kronis yang sudah dimiliki seseorang.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat antara lain anak-anak berusia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun, orang lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi yang menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Tanda bahaya yang perlu segera mendapat pertolongan medis pada orang dewasa antara lain:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas;

  • Nyeri atau tekanan yang menetap di dada atau perut;

  • Pusing terus-menerus, kebingungan, atau sulit dibangunkan;

  • Kejang;

  • Tidak buang air kecil atau tanda dehidrasi;

  • Nyeri otot yang berat;

  • Tubuh sangat lemah atau tidak stabil saat berdiri;

  • Demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali atau memburuk.

Pada anak, tanda bahaya juga dapat berupa napas cepat atau sulit bernapas, bibir atau wajah kebiruan, dehidrasi, tidak responsif ketika terjaga, kejang, serta demam atau batuk yang sempat membaik kemudian kembali memburuk.

Berapa Lama Influenza A Sembuh?

WHO menyebut sebagian besar penderita influenza dapat pulih dari demam dan gejala lainnya dalam waktu sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan medis. Meski demikian, batuk dan rasa tidak nyaman dapat bertahan lebih lama.

Untuk kasus dengan gejala ringan, penderita dianjurkan beristirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan menghindari kontak dekat dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan.

Orang yang mengalami gejala berat atau termasuk kelompok berisiko sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis. Obat antivirus dapat diberikan kepada kelompok berisiko tinggi atau penderita dengan kondisi berat dan bekerja paling baik ketika diberikan sedini mungkin sesuai penilaian tenaga medis.

Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu cara utama untuk mengurangi risiko terkena influenza dan terutama menekan risiko penyakit berat serta komplikasi.

Dengan mengenali gejala dan tanda bahayanya, masyarakat dapat lebih cepat menentukan kapan cukup melakukan perawatan di rumah dan kapan perlu mendapatkan pertolongan medis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news