Dorong Pertanian Modern, Kementan Naikkan Status Balai di Seluruh Provinsi

2 days ago 7
Dorong Pertanian Modern, Kementan Naikkan Status Balai di Seluruh Provinsi Suasana Sawah (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pertanian modern dengan membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Kebijakan ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 yang menjadi langkah strategis menghadirkan pendampingan teknologi pertanian di daerah guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Lembaga ini memiliki tugas mengoordinasikan serta melaksanakan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan paket teknologi pertanian spesifik lokasi, sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian nasional.

Kepala BRMP Fadjry Djufry menjelaskan, pembentukan 33 Balai Besar ini merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang telah ada sebelumnya. Menurutnya, peningkatan status tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam memperluas jangkauan program dan kebijakan Kementan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan jaringan kerja yang menjangkau dari pusat hingga daerah, BRMP memainkan peran penting dalam percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pengembangan inovasi teknologi, penerapan standar mutu, dan peningkatan kapasitas kelembagaan,” kata Fadjry dalam keterangan, Minggu (04/01).

Fadjry menambahkan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian akan menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai dari identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan dan pengujian, hingga diseminasi serta penerapan paket teknologi pertanian spesifik lokasi dan model pertanian modern.

Selain itu, Balai Besar ini juga memiliki peran penting dalam produksi benih dan bibit sumber yang unggul serta tersertifikasi. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber yang bermutu dan tersertifikasi sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian, guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Fadjry.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Balai Besar di daerah diharapkan mampu memfasilitasi dan memberikan pendampingan langsung terhadap program pembangunan pertanian. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha, serta mewujudkan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi pertanian. Menurutnya, penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian terbukti mampu meningkatkan produksi secara lebih efisien.

“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun. Inilah pertanian modern, transformasi dari sistem tradisional ke mekanisasi penuh,” tutupnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news